Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Prasarana Transportasi Jalan Risal Wasal, melintasi sky bridge yang menghubungkan Terminal Bus Tirtonadi dengan Stasiun Kereta Purwosari

Terminal Tirtonadi Solo Kian Cantik dan Nyaman

SOLO (Independensi.com) – Pasca perbaikan dan penataan,Terminal bus Tirtonadi Solo kian cantik da nyaman.

Dengan penataan ulang Terminal Tirtonadi, diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk dapat menggunakan moda transportasi bus, dan meninggalkan kendaraan pribadi, khususnya pada saat Angkutan Lebaran ini.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau langsung keberadaan Terminal Penumpang Bus Tipe A Tirtonadi, Solo, Sabtu (4/5).

Bekerjasama dengan Bank Mandiri yang memberikan bantuan Rp 1 miliar , Kemenhub melakukan penataan fasilitas yang ada di Terminal Tirtonadi. Kerjasama meliputi penataan fisik terminal seperti : pintu masuk gerbang bus, pintu masuk penumpang, penataan informasi digital, ATM dan kios-kios. Dari segi visual menurut Menhub sudah cukup bagus

“Kementerian Perhubungan melakukan upaya-upaya penataan bekerjasama dengan Bank Mandiri. Kami berharap penataan Terminal BusTirtonadi ini dapat menarik minat masyarakat untuk dapat menggunakan moda transportasi bus,” kata Menhub.

Lebih jauh Menhub berharap Bank Mandiri dapat juga memberikan misalnya kredit lunak kepada perusahaan bus, sehingga mereka dapat meremajakan armada dan meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

Lebih lanjut Menhub mengatakan penataan Terminal Tirtonadi ini tetap perlu dilakukan beberapa tahap agar mendapatkan hasil yang maksimal kedepannya.

“Saya ingatkan untuk tenant-tenant yang ada nantinya harus bervariasi dan terseleksi dengan baik, kemudian tetap perlu dilakukan promosi-promosi agar lebih membuat masyarakat tertarik,” ujar Menhub Budi Karya.

Moda transportasi bus paling banyak ke wilayah Joglosemar (Jogja, Solo dan Semarang). “Saya mencermati bus menjadi suatu pilihan bagi warga Jawa Tengah karena keunggulannya yang bisa poin to poin,” ujarnya.

Angkutan bus menjadi tumpuan bagi masyarakat terutama untuk daerah yang tidak dilalui jalur kereta api. Angkutan bus menjadi pilihan bagi warga Jawa Tengah karena keunggulan dari bus adalah point to point,” jelas Menhub.

“Jadi orang mau mudik naik bus dari Jakarta, tinggal tidur, sudah sampai ke Wonogiri, Sragen, atau Temanggung” ujarnya.

Menhub mengajak para pemudik agar tidak menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor, melainkan dapat memanfaatkan angkutan umum.
Untuk itu, Menhub minta kepada para operator bus untuk memastikan busnya dalam kondisi laik dan bersih.

“Jangan sampai ada bus yang kursinya robek-robek, tidak bersih, nanti orang ngga ada yang mau naik. Untuk memastikan kelaikan, para operator bus kami minta untuk melakukan self assesment. Ditambah, tim kami akan terjun untuk melakukan ramp check secara random,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub, Risal Wasal, mengatakan bahwa proyek ini merupakan kerjasama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dengan Bank Mandiri.

“Murni bantuan dari Bank Mandiri dan tidak ada APBN yang dikeluarkan untuk proyek ini, tujuannya dalam rangka meningkatkan pelayanan di Terminal Tirtonadi,” jelas Risal. (hpr)