Kemenko Maritim Bahas Persiapan Pelaksanaan AIS di Manado

JAKARTA (IndependensI.com) – Kemenko Bidang Kemaritiman melalui Asisten Deputi (Asdep) Navigasi dan Keselamatan Maritim Odo Manuhutu melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai Penyelenggaraan Archipelagic and Island States (AIS) Forum Startup and Business Summit 2019. Acara yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 Oktober hingga 01 November 2019 ini diusung dengan tema “ecotourism”.

“Tema ini diangkat karena dapat menampung tujuan ekologis dari kegiatan ini dan menggambarkan peluang ekonomi yang ditawarkan oleh sektor ekowisata bahari,” kata Asdep Odo.

AIS sendiri merupakan wadah yang digunakan untuk merangkul 41 negara pulau dan 6 negara kepulauan dari kawasan Pasifik Selatan, Karibia, Asia, Afrika, dan Eropa, serta Pembangunan kerja sama konkret dengan fokus pada empat area kolaborasi yakni blue economy, mitigasi perubahan iklim dan bencana, polusi laut akibat sampah plastik, dan good ocean and maritime governance.

Asdep Odo memaparkan, untuk rangkaian kegiatan yang terangkum dalam AIS Startup and Business Summit 2019 dibagi menjadi tiga agenda utama, yaitu pameran bisnis dan inovasi yang berfokus untuk menjembatani kerjasama antara para pelaku bisnis ekowisata dan memfasilitasi investasi dan transaksi antara investor dan bisnis ekowisata bahari, kemudian konferensi ekowisata bahari sebagai sarana peningkatan kapasitas dan tukar wawasan pelaku bisnis ekowisata bahari dalam penerapan blue economy di negara Forum AIS, serta pertemuan tingkat menteri dan pejabat tinggi forum AIS yang diagendakan akan berlangsung paralel dengan AIS Startup and Business Summit 2019.

“Acara yang dihadiri seluruh pelaku dan rantai suplai industri ekowisata, baik dari sektor utama sampai pada sektor pendukung seperti bisnis pemula, investor, pemerintah dan sebagainya ini memiliki manfaat yakni dalam segi transaksi, ekosistem, kerjasama dan pengetahuan,” ujarnya.

Forum AIS, Manfaat ekosistem terdiri dari terbangunnya ekosistem industri ekowisata bahari dengan prinsip-prinsip blue economy di negara-negara Forum AIS yang kelak dapat menjadi global champion, manfaat kerjasama berupa Terciptanya kerjasama yang kuat antar pelaku bisnis ekowisata bahari negara-negara Forum AIS baik bisnis pemula (startup), maupun sesama bisnis mapan dan manfaat pengetahuan berupa Terjadinya pertukaran pengetahuan dan peningkatan kualitas SDM yang dapat mendukung kemajuan industri ekowisata bahari negara-negara Forum AIS.

Menghadiri Startups dalam Forum AIS

Terkait hasil rakor Menko Maritim (Luhut B. Pandjaitan), Asdep menambahkan, dalam kegiatan ini meminta Kementerian / Lembaga terkait untuk menghadirkan perusahaan rintisan digital (startups), menyelenggarakan side events dengan tema yang sesuai dengan agenda acara, serta mendorong pemerintah daerah turut berperan aktif dalam agenda ini.

“Untuk startup sendiri, Menteri Kominfo (Rudiantara) akan dimintai paparan mengenai perkembangan startups di Indonesia. AIS Forum ini merupakan forum yang dibentuk Indonesia tahun 2018 yang menyangkut puluhan negara, ini potensi besar bagi teman-teman,” tambah Asdep Odo.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani menyambut dengan baik. Dirinya mengungkapkan bahwa startupsmemang merupakan salah satu program kolaborasi yang sedang mereka fokuskan.

“Apa yang kita lakukan, kolaborasi program kita salah satunya program startups digital ini. Kita di Indonesia dalam pembangunan ekonomi melalui startups sangat cepat sekali, dalam waktu 7 tahun tumbuh berkali lipat,”kata Dirjen Samuel.

Diketahui, Indonesia merupakan pelaku ke-5 terbesar di dunia mengenai pertumbuhan startups, yakni 2.472 startups (untuk nomor satu di United States dengan 46.503 startups). Dalam pertumbuhannya, setidaknya ada 4 pemain _startups_ Indonesia yang bersaing di dunia yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

“Jadi kami mendukung penuh keterlibatan startups dalam forum AIS, kita akan bantu sounding kegiatan, karena kita punya channel, untuk ke seluruh pelosok Indonesia kita bangun satelit, jadi kita di Indonesia tidak boleh lagi tidak bisa mengakses internet,”ungkapnya.

“Dalam pengembangan startups, kita juga tengah membantu masyarakat untuk siap digitalisasinya terlebih dahulu, supaya mereka paham apa itu ruang digital. Kita berikan pemahaman, kemudian diajarkan business dengan startups khususnya ke daerah-daerah, salah satunya Manado. Sebelum November nanti, ada kegiatan di Manado dengan galang anak-anak mulai memperkenalkan apa itu interprenership digital (1000 startups). Ini memang peluang kita di ekonomi digital. Kita bisa bersaing on the topnya,”jelasnya.

Kesiapan Manado Sebagai Tuan Rumah AIS 2019

Manado, Sulawesi Utara menjadi lokasi terpilih untuk melaksanakan AIS Forum yang akan berlangsung pada 30 Oktober-01 November 2019. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Ricky Toemandoek menjelaskan bahwa untuk lokasi acara AIS itu sendiri berada di Kawasan pinggir pantai Megamas, Manado, Sulawesi Utara, dengan rencana akan dibangun 3 tenda besar utama.

“Jadi nanti rencananya kita akan bangun 3 (tiga) tenda utama yang bagian belakang tenda dibuka dengan view laut namun tetap dilengkapi AC. Lalu dari tiga tenda tersebut, dengan tenda tengah akan dijadikan ruang expo/ meeting, tergantung peng aturan,”kata Ricky.

Selain itu, lanjut Ricky, agar perhelatan AIS tidak terkesan eksklusif , maka laju / jalan keluar masuk peserta akan menyiapkan tenda kuliner lokal atau beberapa acara samping .

“Itu untuk alternatif awal, tetapi jika cuaca tidak mendukung seperti hujan, maka acara dilaksanakan disalah satu hotel di Manado. Untuk lokasi selamat datang makan malam alternatif awal kita sediakan di Jendela Indonesia, namun jika tidak, makan malam di Wisma Negara dengan kapasitas 200 orang, atau Gedung Graha Bumi Beringin dengan kapasitas 500 orang, ”pungkas Ricky. (Chs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *