Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto foto bersama dengan panita loma pramuka se Kecamatan Pondokmelati. (Humas)

Wakil Wali Kota Bekasi Buka Lomba Pramuka

BEKASI (IndependensI.com)- Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono  membuka lomba Pramuka Tingkat II Kwartir aranting se-Kecamatan Pondok Melati. Lomba diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur Jakarta Timur. Sabtu(24/8/2019).

Kwartir Ranting (Kwarran) adalah satuan organisasi yang mengelola Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan. Berdasarkan tingkatan/wilayahnya, Kwarran berkedudukan di Kecamatan atau tingkat II di Kota Bekasi.

Pada Lomba Pramuka Tingkat 2 ini para peserta akan  beradu kreativitas pada lomba-lomba yang terlaksana mulai hari ini,  yaitu, lomba tapak tenda yang mewajibkan peserta membangun tenda beserta isinya secara lengkap dengan dapur beserta tempat sampah.

Kemudian, lomba baris berbaris, lomba P3K, dan ada lomba pioneering yang dilaksanakan pada sore hari.  Para peserta juga diminta membuat gapura kecil dan tiang bendera yang kokoh di depan tendanya masing-masing dan pada malam hari, para peserta mengikuti lomba menyanyi lagu dan yel-yel yang dibarengi dengan pelaksanaan api unggun.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu wadah untuk mewujudkan keterampilan Pramuka Penggalang dan penegak, juga merupakan upaya membentuk kader kader muda dan mengajarkan, mendidik, anak-anak muda generasi bangsa dengan pengetahuan dan keterampilan supaya bisa menjadi insan yang lebih kreatif.

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari 2 malam ini sudah dimulai dari hari Jum’at (23/8) dan peserta akan kembali kerumah masing masing pada hari Minggu (25/8/2019).

Tri mengapresiasi adanya kegiatan ini dan mengamanatkan kepada para peserta untuk mengikuti lomba dengan kompak, jujur dan menjunjung tinggi sportifitas.

Pada kesempatan itu, Tri  menyampaikan terkait isu sampah plastik yang saat ini tengah menjadi masalah besar di Indonesia, dan menyampaikan untuk mengurangi penggunaan plastik serta mengajak untuk memanfaatkan botol plastik untuk menjadi wadah tanaman hidroponik.

Indonesia saat ini menempati peringkat kedua penyumbang sampah plastik terbesar ke laut. Apabila tidak segera ditanggulangi, World Economic Forum memprediksi di tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut dibandingkan ikanya

Mari bersama kita ubah mindset dari sampah adalah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang dapat bernilai lebih, bernilai ekonomis, dan bahkan dapat menjadi sumber penghasilan untuk keluarga.

Kemudian,  karena keterbatasan lahan di Kota Bekasi, kita bisa memanfaatkan sampah botol plastik bekas, menjadi wadah untuk tanaman tanaman hidroponik yang kita buat sendiri di halaman rumah atau sekolah, nanti hasil panennya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi juga bahkan bisa di jual kemasyarakat luas dengan fasilitas dari pemerintah Kota Bekasi, ujar Tri. (adv/humas/jonder sihotang)