Ria Pasaman

Ria Pasaman Menggelar Pameran Foto dan Luncurkan Buku

JAKARTA (IndependensI.com) – Melihat pameran foto dan meluncurkan buku “Enchanted Blossom, a Photographic Journey of Ria Pasaman “, sebuah buku fotografi yang bercerita tentang keindahan empat musim, musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin di Semesta’s Gallery beralamat di Jalan Taman Sari 1 nomor 77 Kavling 6, Karang Tengah Raya – Lebak Bulus, Jakarta Selatan, para pengunjung seakan diajak tak hanya untuk melihat apa yang “tersurat” tapi sekaligus untuk melihat apa yang “tersirat” dari setiap obyek yang dipamerkan.

Pasalnya apa yang dipamerkan tak hanya sebatas pada bunga yang tumbuh dan hidup di negara-negara tropis; Akan tetapi juga dari negara-negara yang memiliki empat musim lengkap dengan hamparan saljunya.

Oleh karena itu maka menjadi sangat wajar bila dia – saat mengabadikan bunga, daun-daun yang berguguran, pepohonan yang mulai bersemi dan hamparan salju dengan kameranya – nyaris tanpa cela terutama angle-nya.

Kalau di dunia jurnalistik ada ungkapan bahwa foto “berbicara seribu bahasa”, hasil karya Ria Pasaman pun mengarah dan/atau bersinggungan dengan ungkapan tersebut. Sehingga, foto-foto hasil karya Ria Pasaman pun tidak perlu disertai caption.

Dihat secara selintas memang terkesan biasa-biasa saja. Namun, kalau dikaji secara mendalam setiap objek yang diabadikan Ria Pasaman, makna yang terkandung di dalamnya sangat luar biasa.

Karena, melalui pameran foto hasil karyanya yang berlangsung sejak 17 hingga 22 Desember 2019, Ria Pasaman ” menggiring” audience yang melihat secara langsung pameran tersebut untuk merenung atas kebesaran Sang Pencita tentang siklus kehidupan yang terjadi di alam semesta ini.

“Bayangkan kalau kita tinggal di negara yang mengenal dan sangat akrab dengan tiga musim, yang mereka alami setiap tahun sejak mereka dilahirkan. Saat musim dingin tiba mereka bersyukur karena mereka pun merasakan juga waktu musim panas tiba,” ungkap Ria Pasaman saat IndependensI.com berkujung ke Semesta’s Gallery pada Jumat (20/12/2019) lalu.

Lebih jauh ibu dari dari dua orang putra dan satu orang putri yang grapyak dan semanak ini menegaskan bahwa itulah siklus kehidupan cipta-NYA. “Sehingga saat saya melihat daun-daun yang berguguran, kemudian melihat pohon dan ranting yang mulai bertunas, hamparan salju yang seolah tak bertepi serta bongkahan salju kecil-kecil yang jatuh ke bumi, tidak ada cara lain selain ucapan syukur yang tidak ada habis-habisnya…”

Pameran yang dikaitkan dengan peringatan Hari Ibu 22 Desember 2019 tersebut mampu menyedot penggemar fotografi, baik dari kalangan pria maupun wanita..

Foto-foto yang dipamerkan tidak hanya dipajang in door Semesta’s Gallery tetapi beberapa ada juga yang didisplay di out door – baik di belakang maupun di halaman gallery.

191221-Ria Pasaman-4
191221-Ria Pasaman-3
191221-Ria Pasaman-6
191221-Ria Pasaman-5
191221-Ria Pasaman-7
191221-Ria Pasaman-4 191221-Ria Pasaman-3 191221-Ria Pasaman-6 191221-Ria Pasaman-5 191221-Ria Pasaman-7

Ada satu foto bunga matahari yang di pajang di antara bunga matahari yang sedang mekar yang terletak di halaman depan gallery. Foto ini menarik perhatian pengunjung. Walaupun mereka sudah melihat foto yang dipamerkan di ruang pamer Semesta’s Gallery dan foto-foto yang dipajang di halaman belakang gallery, namun begitu mereka pulang dan melihat ada foto bunga matahari yang didisplay di antara bunga matahari yang sedang mekar – mereka pun segera turun dari mobil dan mengabadikan foto bunga matahari dengan smartphone milik mereka. Tapi, ada juga yang melihatnya dari balik jendela mobil.

Ria Pasaman aktif dalam berbagai organisasi antara lain anggota IPPA (Indonesia Professional Photographer Association), LCJC (Lions Club Jakarta Cosmopolitan), dan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Jakarta Selatan.

Saat ini buku Enchanted Blossom masih dicetak terbatas, rencananya di tahun 2020 akan dicetak dalam jumlah lebih banyak lagi dimana nanttinya akan banyak buku yang disumbangkan ke perpustakaan perpustakaan sehingga banyak orang yg bisa menikmati dan apabila buku kumpulan foto tersebut dijual secara online ataupun ditoko toko buku sebagian hasil dari penjualan akan diberikan kepada yg membutuhkan di berbagai acara acara sosial. (Like Wuwus)