Ernawati Warga Desa Lebak Kecamatan Sangkapura (Pulau Bawean) Ibu Hamil Yang Bayinya Meninggal Dalam Kandungan

Ibu Hamil Bayinya Meninggal Dikandungan Belum Bisa Ditangani

GRESIK (Independensi.com) – Pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur, masih sangat jauh dari yang harapan. Sehingga, banyak orang sakit yang tidak memperoleh penanganan medis dengan layak.

Hal itu seperti yang dialami, Ernawati (24) warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura (Pulau Bawean, red) yang sedang hamil dan bayi didalam kandungannya dinyatakan telah meninggal.

Ironisnya, hingga kini bayi belum bisa dikeluarkan dari kandungan sang ibu. Sebab, tidak ada dokter yang menangani.

Kepala Desa (Kades) Lebak, Fadal membenarkan jika ada warganya yang sedang hamil. Tetapi bayinya meninggal didalam kandungan belum tertangani oleh pihak medis.

“Ya benar, ibu Ernawati yang sedang hamil dan dinyatakan anaknya meninggal didalam kandungannya. Sampai saat ini, bayi yang meninggal masih ada di dalam perut ibunya belum dikeluarkan. Ngak ada dokter,” ujarnya, Selasa (7/1).

“Jalan satu-satunya ya dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di Kota Gresik. Dengan menunggu jadwal keberangkat kapal, ya mudah-mudahan cuacanya tidak buruk. Sebab, kalau cuaca buruk, kapal pasti tidak diperkenankan berlayar,” tuturnya.

Di tambahkan Fadal, pihaknya dibantu pihak Muspika setempat masih mengupayakan hal tersebut.

“Kami masih berupaya meminta bantuan ke pihak, penyebrangan kapal. Agar ibu Ernawati bisa diprioritaskan, kan kondisinya sangat darurat dan butuh penangan medis. Kasihan kalau sampai ga ada penanganan,” ucapnya.

Masih menurut Fadal, bayi dalam kandungan Ernawati yang diperkirakan tanggal 2 Januari 2020 lalu itu lahir. Tidak mendapatkan pertolongan sebagai mana mestinya, karena keterbatasan para medis.

“Ibu Ernawati yang sedang hamil tua ini, sudah merasa lemas sejak tanggal 1 Januari 2020. Lalu akhirnya, Hamdani suami Ernawati membawanya ke puskesmas Lebak. Setelah itu, diperiksa oleh Bidan yang bertugas menyatakan posisi bayi kondisinya tidak lazim.

Sebab, hasil diagnosa menunjukan posisi bayi kepalanya diatas dan memiliki berat bedan yang cukup besar sekitar 3,9 kilogram. Maka, pihak Puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Umar Mas’ud Bawean.

Namun, sayangnya tidak segera bisa mendapat penanganan medis untuk membantu proses persalinan. Karena, tidak ada dokter spesialis yang bisa menangani hal itu,” paparnya.

“Dulu disini memang ada dokter anestesinya, tapi kontraknya kerjanya sudah sudah habis langsung kembali dan tidak ada penggantinya,” ungkapnya.

“Saat ini Bu Ernawati hanya ditangani tenaga medis seadanya, sambil menunggu adanya kapal yang berlayar. Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, agar membantu memberi solusi pada saat kondisi seperti ini,” tandasnya. (Mor)