Underpass YIA terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,3 kilometer. (foto istimewa)

Underpass Terpanjang di Indonesia  Siap Diresmikan

YOGYAKARTA (Independensi.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah telah menyelesaikan proyek pembangunan underpass Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Keberadaan underpass ini sudah sangat dinantikan masyarakat karena akan memperlancar arus lalu lintas di sekitar bandara baru YIA dan menuju ke Kaliurang.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Akhmad Cahyadi mengatakan, pekerjaan underpass Yogyakarta International Airport  yang dibangun di bawah bandara sepanjang 1,3 km juga telah rampung dan mulai difungsikan sejak akhir 2019 dan saat ini telah siap untuk diresmikan.

Pembangunan underpass ini bertujuan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama.

Pembangunan underpass YIA dimulai pada November 2018 dengan biaya Rp 293 miliar bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019. Underpass ini dikerjakan oleh kontraktor PT.Wijaya Karya – MCM KSO.

Underpass YIA merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,3 kilometer dan terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter serta jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter. Underpass memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter. Underpass ini akan dilengkapi sistem suara rekaman asli menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang bersisi  pesan-pesan pentingnya keselamatan berkendara selama berada di dalam underpass.

Selain menghubungkan Purwokerto dengan Yogyakarta melalui Pansela, diharapkan underpass YIA ini dapat memperlancar arus lalu lintas warga Kulon Progo dan sekitarnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo. Beroperasinya underpass YIA juga mendukung Jalur Pansela sebagai alternatif Jalur Pantura yang telah padat lalu lintasnya dan menjadi jalur wisata. (wst)