Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim menyemprotkan desinfektan

Hentikan Penyebaran Covid-19, Wabup Gresik Pimpin Langsung Penyemprotan Desinfektan di Jalan Raya

GRESIK (Independensi.com) Wakil Bupati (Wabup) Gresik Jawa Timur, Mohammad Qosim memimpin langsung aksi penanggulangan penanganan Pandemi COVID 19. Dengan melakukan penyemprotan disinfektan, kesejumlah ruas Jalan Raya yang ada di Kota Gresik, Rabu (25/3).

Penyemprotan disinfektan dengan mengunakan 4 unit mobil pemadam kebakaran, dilakukan orang nomor dua di Kabupaten Gresik itu bersama tim dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana  Non Alam dan percepatan penanganan COVID-19 Gresik.

“Dalam kegiatan penyemprotan disinfektan kesejumlah ruas Jalan Raya ini, kami siapkan sebanyak 21 ribu liter yang tertampung dalam tanki 4 mobil pemadam kebakaran,” kata Qosim panggilan akrab Wabup Gresik saat hendak memulai kegiatan.

“Agar bisa merata, penyemprotan disinfektan kami bagi dalam 4 titik wilayah. Terutama Jalan yang dilalui kendaraan dari luar daerah, seperti Terminal Bunder dan exit tol Kebomas yang masuk dalam kawasan sepanjang Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo,” ujarnya.

Kemudian, penyemprotan disinfektan yang dipimpin oleh Ketua Satgas, Nadlif akan melakukan penyemprotan mulai dari wilayah Bunder sampai Jalan Veteran hingga di Jembatan Romokalisari perbatasan antara Gresik dengan Surabaya,” tuturnya.

“Kalau masih ada sisa bisa dilanjut ke Jalan Panglima Sudirman, Jalan dr. Sutomo, Jalan Usman sadar, Jalan Samanhudi, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Raden Santri, Jalan Pahlawan dan Jalan Jaksa Agus Suprapto,” urainya.

Di tambahkan Qosim, selain diwilayah perkotaan kelompok tiga juga melakukan penyemprotan di wilayah perbatasan Surabaya yang berada diwilayah Menganti. Mulai dari Laban sampai Pasar Menganti.

“Untuk kelompok 4 saya tugasi membagi disinfektannya untuk Masjid dan beberapa tempat umum lainnya. Agar bisa digunakan untuk melakukan penyemprotan, oleh masyarakat setempat,” tegasnya.

“Meski sampai saat ini, di Gresik belum ada yang terkonfirmasi positif virus corona. Namun, kita perlu waspada dan mengantisipasinya agar kita tetap selamat dari virus yang membahayakan ini,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik lanjut Qosim, sejak 21 Maret 2020 lalu telah membentuk Tim Satgas penanganan COVID-19. Agar bisa terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya virus corona.

Selain penyemprotan disinfektan di Jalan Raya, kami juga membagi-bagikan 1000 masker untuk masyarakat. Khususnya, kepada para abang becak, pedagang kecil, pengunjung pasar serta beberapa orang yang lewat,” urainya.

“Masker saat ini menjadi kebutuhan wajib bagi masyarakat, terutama bagi orang-orang yang berada di luar rumah. Seperti, para tukang becak, PKL, pengunjung pasar maupun masyarakat lainnya. Sebab, kami melihat masih banyak yang tidak memakai masker. Apalagi, karena masker menjadi barang mahal dan langka untuk saat ini,” cetusnya.

“Memakai maskar menjadi keharusan bagi masyarakat, untuk menjaga agar tidak tertular atau terpapar COVID-19 ini,” imbaunya.

Ditanya terkait adanya beberapa kegiatan, yang mengumpulkan massa. Seperti pesta pernikahan, Qosim yang didampingi ketua Satgas Nadlif pihaknya berharap agar kegiatan pernikahan tidak dilarang. Namun, diusahakan tetap dengan batasan berkumpul hanya sekitar 20 orang.

“Untuk kegiatan resepsinya saja yang harus ditunda, tapi pernikahan dipersilahkan. Undangan tidak lebih dari 20 orang dan mengatur jarak antara sekitar 1,5 meter,” pungkasnya didampingi oleh Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi. (Mor)