Kantor Pusat PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi di Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. (istl

20 dari 23 Kecamatan Kabupaten Bekasi Terlayani Air Bersih PDAM

BEKASI (IndependensI.com)- Jumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, tiap tahun terus bertambah. Hingga Mei 2020, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 300. 916 sambungan langganan (SL).

Selain penambangan SL, wilayah pelayanan juga terus bertambah. Di Kabupaten Bekasi yang terdiri dari 23 kecamatan, saat ini sudah terlayani air bersih dari PDAM Tirta Bhagasasi sebanyak 20 wilayah kecamatan. Sementara di Kota Bekasi, dari 12 kecamatan terlayani di tujuh wilayah kecamatan.

Dan sesuai perencanaan bisnis perusahaan ini hingga 2023, penambahan pelanggan dan cakupan pelayanan terus dikembangkan. Ditargetkan tahun 2023 jumlah pelanggan sebanyak   422.638 SL, dan kapasitas produksi lebih 4.150 liter per detik, ujar Kasubag Humas PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Ahmad Fauzi, Kamis (2/7/2020).

Sedang cakupan pelayanan, ditargetkan Tahun 2023 di Kabupaten Bekasi 80 persen, dan di Kota Bekasi 100 persen. Target ini dapat dicapai jika ketersediaan air baku tercukupi, ditambah jumlah investasi tersedia hingga Rp 4 sampai Rp 5 triliun.

Adapun proyeksi kebutuhan Air PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, jumlah SL Tahun 2019 sebanyak 268.368, Tahun 2020 ditargetkan 303.854 SL, tahun 2021 ditargetkan 341. 332 SL, tahun 2022 sebanyak 380.893 SL dan tahun 2023 ditargetkan sebanyak  422.638 SL.

Pihaknya juga mengupayakan penurunan kehilangan air (PKA) tahun 2023 sebesar 21 persen. Saat ini, kehilangan air di hulu dan di jaringan perpipaan masih terjadi diatas 27 persen.

Sebagaimana disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim sebelumnya, kehilangan air dalam setiap proses air bersih di PDAM manapun, selalu terjadi. Kehilangan air tidak bisa dihilangkan, tapi dapat diminimalkan.

Banyak penyebab kehilangan air. Diantaranya akibat masalah teknik karena usia pipa yang sudah tua diatas usia teknis pemakaian. Ada juga akibat administrasi, dan masih banyak ditemukan pencurian air oleh orang-orang tertenru di lapangan.

Dalam busines plan PDAM ini, pemakaian air rata-rata setiap pelanggan juga ditingkatkan. Tahun 2020 pemakaian air rata-rata di Kabupaten Bekasi  ditergetkan 18 M3, di Kota Bekasi sebesar 18 M3. Tahun 2021 di Kabupaten Bekasi sebanyak 18,5 M3, di Kota Bekasi 18,5 M3.

Kemudian, Tahun 2022 di Kabupaten Bekasi  sebesar 19 M3, di Kota Bekasi 19 M3. Dan Tahun 2023 pemakaian air rata- rata per konsumen di Kabupaten Bekasi 20 M3, serta di Kota Bekasi 21 M3. (jonder sihotang)