Ditengah Pandemi Ekspor Petanian Naik 24,10 %

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Ekspor komoditi pertanian di tengah Pandemi Covid 19 masih menunjukan hasil yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian pada bulan Juli mengalami peningkatan sebesar 24,10% dibanding bulan sebelumnya atau 11,17% (yoy).

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kuntoro Boga Andri mengatakan, kenaikan nilai ekspor itu bahkan menjadi satu-satunya yang paling signifikan ketimbang sektor migas, industri pengolahan dan pertambangan.

Dia menjelaskan, sektor pertanian adalah sektor strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Terlebih peningkatan didominasi oleh subsektor hortikultura dan perkebunan yang meliputi tanaman obat aromatik dan rempah-rempah yang sedang dibutuhkan masyarakat dunia.

“Ada juga sarang burung walet, kopi, sayuran, buah, hasil hutan bukan kayu hingga biji kakao. Yang jelas, pertanian ekspornya sangat menggembirakan pada bulan ini dan menjadi angin segar di tengah kondisi yang ada,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).

Diketahui, neraca perdagangan pada Juli 2020 surplus US$ 3,26 miliar. Hal ini terjadi karena peningkatan ekspor dari Juni mencapai 14,33%. Sedangkan nilai impornya mengalami penurunan sebesar 2,73%.

Selain ekspor, Kuntoro juga menyampaikan upah buruh tani tumbuh positif dengan tren kenaikan 0,20% pada bulan Juli 2020. Kenaikan terjadi lantaran imbas musim panen raya yang melimpah.

“Upah buruh tani menjadi Rp 55.613 per hari dari sebelumnya Rp 55.503. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan 0,32 persen menjadi Rp 52.549 karena terjadinya deflasi di pedesaan,” katanya.

Kuntoro menambahkan kenaikan upah buruh tani pada bulan Juli 2020 karena di bulan tersebut ada deflasi 0,13%. Dengan demikian, upah riil buruh tani naik sekitar 0,32%.

“Sementara itu, rata-rata nominal upah buruh, dari Rp 89.737 menjadi Rp 89.800. Upah riil naik 0,17%, yaitu dari Rp 85.415 menjadi Rp 85.565,” tutupnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu membuka lapangan pekerjaan besar karena adanya akses pasar yang terbuka lebar. Apalagi, Indonesia merupakan negara agraris yang dikaruniai sinar matahari berlimpah dan kebutuhan air yang cukup.

“Pertumbuhan ekspor pertanian yang terus meningkat menunjukkan bahwa kinerja sektor pertanian masih berjalan normal dan tetap melakukan produksi meski dalam suasana krisis,” pungkasnya.