Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI Tony Tribagus Spontana.(ist)

Kabadiklat: Kegiatan PPPJ 2020 Secara Virtual Berjalan Lancar Tanpa Kendala

JAKARTA (Independensi.com)    
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pendidikan dan pelatihan pembentukan jaksa (PPPJ) tahun 2020 angkatan ke-77 yang diselenggarakan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI dilaksanakan secara virtual akibat pandemi covid 19.

Kepala Badiklat Kejaksaan Tony Tribagus Spontana mengatakan kegiatan PPPJ yang diikuti 400 peserta di daerah masing-masing, sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala, terutama yang dikhawatirkan soal jaringan atau sinyal.

“Alhamdulillah setelah berjalan sebulan lebih, kegiatan belajar mengajar dari para peserta didik dengan para pengajar saya nilai sangat bagus, membanggakan dan tanpa kendala soal jaringan atau sinyal,” ucap Tony kepada Independensi.com, Jumat (23/10).

Dia membenarkan untuk menghindari gangguan sinyal, di sejumlah daerah ada sebagian peserta dikumpulkan menjadi satu di Kejaksaan Tinggi atau di ibukota provinsi untuk belajar bersama dan diberikan tempat tinggal semacam mess.

“Seperti yang saya sempat kunjungi di Kejati NTB dan Bali. Sungguh luar biasa fasilitas yang diberikan pihak kejati kepada peserta di daerah itu. Penerimaan audio dan videonya juga tidak ada kendala, sangat bagus,” tuturnya.

Kabandiklat Kejaksaan RI Tony Tribagus Spontana didampingi Kajati NTB Nanang Sigit saat memantau kegiatan sebagian peserta PPPJ Angkatan ke-77 yang belajar di kantor Kejati NTB.(ist)

Dia pun menilai para peserta yang dikelompokan menjadi 10 kelas sejauh ini tetap semangat mengikuti kegiatan. “Jadi meski pola kegiatan PPPJ secara virtual. Tapi tidak menyurutkan mereka untuk menyerap setiap materi pembelajaran.”

Terkait materi pembelajaran, dikatakan Tony, selayaknya sama seperti PPPJ yang biasa saja. “Cuma kini caranya virtual.  Jadi semua modul belajar dan materi baik yang mengenai peningkatan kompetensi jaksa, pengayaan wawasan dan sebagainya semua standar.”

Disebutkannya standar dalam arti sama seperti diberikan kepada pelaksanaan PPPJ klasikal atau tatap muka langsung. “Kalau untuk para pengajarnya ada dari dalam dan luar. Jadi  kombinasi, sesuai dengan kompetensinya.”

Dikatakannya untuk kegiatan pembelajaran berlangsung selama enam hari mulai hari Senin hingga Sabtu. “Kalau tidak begitu, tidak selesai sesuai target dalam waktu empat bulan yang rencananya ditutup pada 23 Desember 2020.”

Bahkan, kata dia, tidak ada kata libur bagi para peserta  pada libur bersama nasional pekan depan. “Mereka tetap belajar dan kami pun disini juga tetap bekerja dan tidak libur. Karena harus tetap melayani para peserta PPPJ,” kata mantan Kajati DKI Jakarta ini.

Ditambahkan Tony meski kegiatan PPPJ kali ini secara virtual, namun seperti harapan Jaksa Agung dan jajaran Badiklat Kejaksaan hasilnya akan optimal dan tidak mengurangi kualitas dibandingkan dengan PPPJ klasikal.

Tidak menutup kemungkinan, tambahnya, PPPJ secara virtual tetap akan berlanjut setelah pandemi covid 19 berakhir, dengan pertimbangan model pembelajaran jarak jauh atau distance learning melalui virtual lebih efisien dan tidak banyak biaya dikeluarkan.

“Tapi nanti akan dievaluasi hasilnya seperti apa. Kalau ternyata lebih bagus dan tidak kalah sama PPPJ klasikal mungkin kita langsung terapkan untuk PPPJ selanjutnya,” ucap Tony.(muj)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *