![]()
BEKASI (IndependensI.com)- Pemerintah terus berupaya mewujudkan 100 persen akses air minum aman dan dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Target tersebut sesuai dengan RPJMN 2015-2019 dan Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030.
Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, PDAM, BUMN, badan usaha dan masyarakat.
Dalam rangka mewujudkan hal di atas, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah mencanangkan Program 100-0-100, sebuah program menuju pemenuhan target tiga sektor, antara lain pemenuhan 100 persen akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0 peraen , dan pemenuhan 100 persen akses sanitasi layak pada tahun 2019.
Terkait progran pemerintah pusat tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, dalam business plan atau perencanaan bisnis 2018-2023, target SDGs sudah tercapai. Untuk itu, berbagai langkah dilakukan termasuk kerjasama dengan Badan Usaha Swasta (BUS) sesuai aturan yang berlaku.
Penegasan itu disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim dalam perbincangan dengan Independensi, Rabu (11/11/2020)
Dalam pelaksanaannya, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, setiap tahun membuat program dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
Jika tahun 2019 RKAP bertemakan “Anggaran Berkomitmen”, maka tahun 2020, program kerja bertemakan “Meningkatkan Kinerja Menuju Anggaran Tepat Guna”. Sementara untuk tahun 2021, saat ini sedang dibahas RKAPnya, kata Usep terkait program kerja perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi tersebut.

Rencana kerja 2021 katanya, mencakup tiga devisi, yakni Teknik, Administrasi dan Keuangan.
Tahun 2021 akan ada penambahan sambungan langganan (SL). Saat ini, jumlah pelanggan 300.000 SL lebih tersebar di Kabupaten dan Kota Bekasi.
Ditargetkan juga ada peningkatan pemakaian air rata-rata diatas 19,8 M3 dari sebelum nya 19 M3 setiap pelanggan, karena dilihat dari kebutuhan dan kemampuan kapasitas produksi.
Termasuk tingkat kehilangan air yang selalu menjadi polemik di semua PDAM di Indonesia ini, maka, utuk PDAM Tirta Bhagasasi, ditargetkan angka kebocoran turun dibawah 26 persen.
Tahun 2021 juga akan ada penambahan cakupan pelayanan di Kabupaten Bekasi. Sekarang ini sudah terlayani 20 kecamatan dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Adapun di wilayah Kota Bekasi karena itu menjadi satu kewajiban, akan dilakukan penambahan langganan sekitar 2.500 sambungan langganan, mengingat Pemkot Bekasi sudah mempunyai PDAM sendiri.
Dalam pelaksaaan anggaran tahun 2021, tetap mengacu pada business plan 2018-2023. Maka, mudah-mudahan tahun 2023 seperti yang ditargetkan, cakupan palayanan air bersih di Kota dan Kabupaten Bekasi 100 persen dari lima juta lebih jumlah penduduk. Tentu hal itu juga tergantung ketersediaan kerjasama investasi badan usaha swasta, dan penyertaan modal dari pemerintah daerah.
Guna mencapai target dan program tersebut, ia meminta semua para pemangku jabatan terutama seperti Kepala Cabang, Kepala Bagian dan staf agar maksimal bekerja. (jonder sihotang)

