Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Riau, Maulidi Hilal (kiri)

Narapidana Terkonfirmasi Kasus Covid-19 di Riau Menjadi 533 orang

PEKANBARU (Independensi.com) – Warga binaan yang terkonfirmasi kasus positif covid-19 di berbagai Lembaga Pemasyarakatan di Provinsi Riau sebanyak 533 orang. Dari jumlah tersebut paling bayak terdapat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru yaitu 449 orang warga binaan.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Riau Maulidi Hilal kepada sejumlah wartawan Sabtu, (14/11/2020) sore di Pekanbaru.

Menurut Hilal panggilan akrab Maulidi Hilal, narapidana yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan signifikan. Sebagaimana diketahui, Lapas Kelas II A Pekanbaru penyumbang terbanyak warga binaan yang terpapar Covid-19 sebanyak 449 orang, namun angka kesembuhan juga mengalami peningkatan yaitu 61 orang.

Selain di Lapas Pekanbaru, terdapat juga warga binaan yang terpapar Covid-19 di lingkungan Lapas Perempuan Pekanbaru sebanyak 34 warga binaan. Tidak hanya itu, Rutan Kelas I Pekanbaru juga menyumbang sebanyak 10 warga binaan yang terpapar Covid-19.

Lapas Bangkinang 13 orang warga binaan yang terpapar Covid-19, Lapas Teluk Kuantan 13 warga binaan dan Lapas Selat Panjang 14 orang. Total warga binaan di Riau yang terpapar Covid-19 saat ini sebanyak 533 orang, ujar Hilal.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menyampaikan, data up-date covid-19 per-Sabtu,14 November 2020 di Provinsi Riau bertambah 130 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 16.446 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, di Riau terdapat 49 pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh. Sehingga total pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh tetap 13.961orang.

Sedangkan kabar dukanya, hari ini di Riau terdapat 1 pasien yang meninggal dunia. Sehingga total ada 382 pasien Covid-19 yang wafat akibat virus Corona.

Menurut Mimi, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Riau, pihaknya terus melakukan pembagian masker untuk masyarakat. Pembagian masker bersamaan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-56 itu sekaligus mengedukasi masyarakat pentingnya menggunakan masker.

“Penggunaan masker sangatlah penting dimasa pandemi Covid-19 ini, dan masuk dalam protokol kesehatan setidaknya kita telah melindungi diri 70 persen dari penyebaran Covid-19,” kata Mimi. (Maurit Simanungkalit)