Keren, Kudus Kini Punya Wisata Hutan Pinus

KUDUS (IndependensI.com) – Geliat sektor pariwisata di lereng Gunung Muria kian hari kian nampak. Hal ini terlihat dari bermunculannya wisata-wisata baru di sekitar Gunung Muria. Salah satunya, wisata pinus Pijar Park.

Objek wisata alam yang terletak di Desa Kajar, Kecamatan Dawe ini menawarkan konsep keluarga. Dengan produk utama eduwisata pembuatan getuk nyimut dan kopi muria.

Pengelola Wisata Pijar Park, Yusuf mengatakan Pijar berasal dari kata Pinus Kajar. Pijar Park mengusung konsep wisata alam ala Lawu Park di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

“Tempat ini kami proyeksikan menjadi satu-satunya wisata hutan pinus di Kudus,” jelasnya saat ditemui awak media, Kami, 10 Maret 2021.

Tempat yang dulu dikenal dengan nama Bumi Perkemahan Kajar ini, menyajikan berbagai spot wistaa yang menarik. Mulai dari camping grounds, spot foto instagramable, pasar krempyeng, food court, wedding out door, outbound, wisata berkuda serta eduwisata kopi dan pembuatan getuk nyimut.

“Kajar dikenal dengan wisata kuliner kopi dan getuk nyimut. Bagi masyarakat yang ingin belajar membuat kopi Colo dan getuk nyimut. Di sini, kita sajikan paket eduwisata petik kopi dan pembuatan getuk nyimut. Kebetulan lokasi ini dekat dengan kebun kopi dan ketela warga,” beber dia.

Untuk tarif wisata yang ditawarkan cukup ekonomis. Mulai Rp 5ribu hingga Rp 25ribu.

Soft opening Pijar Park dilakukan pada Kami, 11 Maret 2021. Dengan sajian wisata utama camping grounds. Sementara grand openingnya diproyeksikan tiga bulan kedepan.

“Keberdaan wisata ini kami proyeksikan untuk menghidupkan kembali geliat perkonomian warga Kajar di tengah pandemi covid,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Kajar, Bambang Totok Subianto menyambut hangat kemunculan wisata baru ini. Menurutnya pengembangan ekonomi kreatif di tengah masyarakat menjadi solusi terbaik untuk kembali memulihkan ekonomi masyarakat.

“Kajar memiliki potensi wisata alam dan kuliner yang luar biasa. Ini jadi andalan kita dalam memulihkan perekonomian warga di tengah pandemi,” tegasnya. (Chs)