Pusat Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat. (ist)

Masa Pandemi Covid 19, Triwulan Kedua 2021, Investasi PMA Masuk Kota Bekasi Rp 3,2 Triliun

Loading

BEKASI (IndependensI.com)-  Investasi masuk ke Kota Bekasi masa pandemi covid 19,  terus bertumbuh dan  menggairahkan.  Salah satu pemacunya, dengan adanya kemudahan perizinan dari pemerintah daerah setempat.

Pemerintah setempat membukukan investasi senilai  Rp 3,2 triliun pada semester kedua 2021. Capaian ini setara dengan realisasi 47 persen dari target yang ditetapkan.

“Untuk tahun ini, target investasi yang masuk ke Kota Bekasi sebesar Rp 6,9 triliun. Dipastikan, pada triwulan ketiga akan bertambah,” ucap Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiah, Rabu  (22/9/2021).

Disampaikan,  realisasi investasi pada triwulan kedua 2021 memberikan sumbangsih cukup besar, nilainya hingga Rp 3,2 triliun.

“Dibandingkan capaian di triwulan pertama sebesar Rp 900-an miliar, maka kenaikan investasi di triwulan kedua dibandingkan pada triwulan pertama ini sebesar 2,5 kali lipatnya,” katanya.

Realisasi investasi yang masuk ke Kota Bekasi ini, diharapkan bisa menggairahkan laju perekonomian di Kota Bekasi meski masih berada di masa pandemi Covid-19. Bahkan, pada saar ini pandemi sudah mulai menurun hingga 97 peraen sudah masuk zona hijau di Kota Bekasi, investasi masuk diharapkan terus meningkat dan bertumbuh. Sehingga sektor perekonomian terus bertumbuh, dan pelaku ekonomi semakin bergaiirah.

Berikut realisasi investasi Penanaman Modal Asing. Sektor paling besar berada pada sektor Industri Kendaraan Bermotor dan alat transportasi lainnya yaitu sebesar Rp 1.078.335.057.032 triliun dengan penambahan investasi sebesar US$ 73.858.600,00 pada perusahaan PMA (Hongkong RRT) yaitu Metindo Erasakti, sektor transportasi, Gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 234.176.590.773 milyar, dengan 4 proyek,  sektor perumahan, Kawasan industri dan perkantoran sebesar senilai  Rp 177.753.457.090 dengan jumlah 13  proyek  dan sektor hotel dan restoran sebesar Rp 5.529.017.421dengan jumlah 61 proyek.

Dan realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri total sebesar Rp 827.664.800.000.

Kenaikan investasi dari berbagai sektor sebagai berikut pada Sektor Hotel dan Restoran dengan 68 proyek nilai Rp 3.000.400.000, industri barang dan kulit dan Alas Kaki jumlah proyek 1 dengan nilai, Rp 72.000.000, industri karet dan plastik jumlah 3 proyek  nilai Rp 2.887.400.000, industri kimia dan farmasi jumlah 6 proyek nilai Rp 4.228.200.000, industri lainnya jumlah 5 proyek nilai Rp 1.916.000.000, industri makanan jumlah 18 proyek nilai Rp 2.130.000.000, industri mineral non logam jumlah 2 proyek nilai Rp 67.800.000.

Kemudian, jasa lainnya jumlah 56 proyek nilai Rp. 3.404.800.000, konstruksi jumlah 41 proyek nilai Rp 211.844.400.000, listrik gas dan air jumlah 1 proyek nilai Rp 206.069.500, perdagangan dan reparasi jumlah 179 proyek nilai Rp. 5.268.900.000, perumahan kawasan industri dan perkantoran jumlah 13 proyek nilai Rp 345.969.000.000, transportasi, gedung dan telekomunikasi jumlah 18 proyek nilai Rp 40.806.400.000. (adv/humas/jon)