Pesan penghentian layanan Alexa.com yang dipasang di situs tersebut sejak 1 Mei 2022.

Tak Menguntungkan, Amazon Tutup Alexa.com

JAKARTA (IndependensI.com) – Sebagian besar situs internet mengandalkan pemasukan dari iklan. Harga slot iklan ditentukan oleh popularitas situs tersebut. Semakin populer (banyak diakses pengguna internet), semakin mahal harga slot iklannya. Salah satu sarana untuk memeriksa popularitas tersebut adalah Alexa.com.

Selama lebih dari 20 tahun, Alexa.com digunakan untuk melihat seberapa populer situs internet, berapa banyak traffic-nya, serta peringkatnya di tingkat global dan lokal. Lebih dari 30 juta situs menggnakan Alexa.com sebagai rujukan.

Pengelola (admin) menggunakan data dari Alexa.com untuk membuat situsnya lebih mudah ditemukan, yang tujuannya menaikkan peringkat. Pengelola bisa melihat konten dan kata kunci apa saja yang banyak dicari orang.

Ironisnya, Alexa.com justru ditutup oleh Amazon pada 1 Mei 2022 dengan alasan tidak menguntungkan perusahaan. Amazon memensiunkan Alexa.com karena semakin banyak pesaing dengan layanan serupa, sementara biaya operasionalnya terus naik. Amazon, yang membeli Alexa.com pada 1999, tidak membeberkan berapa kerugian yang diderita sehingga harus menutup layanan tersebut.

Rencana penutupan Alexa.com pertama kali diumuman pada Desember 2021. Pada 1 Mei 2022, halaman depan situs terebut menampilkan pesan penghentian layanan (end of service notice) sebagai berikut: “We retired Alexa.com on May 1, 2022, after more than two decades of helping you find, reach, and convert your digital audience. Thank you for making us your go-to resource for content research, competitive analysis, keyword research, and so much more.”

Penutupan Alexa.com tidak berpengaruh terhadap asisten virtual Alexa. Layanan ini terus berjalan untuk memudahkan pengguna mengendalikan berbagai perangkat pintar.

Alexa diluncurkan pada 2014 bersamaan dengan pengeras suara pintar Echo. Alexa terintegrasi di berbagai produk keluaran Amazon dan kompatibel dengan banyak perangkat pintar buatan produsen lain. Alexa masih bertahan meski harus bersaing dengan teknologi serupa yaitu Google Asistant, Cortana (Microsoft), Siri (Apple), dan Bixby (Samsung).