Saiful Arif saat melangsungkan pernikahan dengan seekor kambing

Warga Jogodalu Heboh, Ada Ritual Menikahi Kambing

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Saiful Arif (44), seorang spiritualis dari Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, yang berada di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, membuat heboh masyarakat terutama penguna dunia maya atau medsos (media sosial)

Pasalnya, Saiful Arif menikahi seekor kambing yang diberi nama Sri Rahayu bin Bejo yang dipercayainya merupakan anak dari Sri Kinasih. Videonya telah beredar luas di jejaring sosial, seperti di youtube.

“Iya benar, itu pernikahan saya,” ucap Saiful Arif kepada wartawan, Senin (6/6).

Bahkan, lelaki yang mengaku dirinya Satrio Paningit ini menilai. Pernikahannya itu, dilakukannya untuk menjaga dan mempersatukan Bumi Nusantara dan Bumi Pertiwi.

“Biar alam semesta ini terjaga, itu alasan saya melakukan pernikahan ini,” katanya.

Ia menceritakan awal pernikahan itu dilakukan, setelah setahun lalu dirinya mengaku dapat petunjuk untuk menikahi Sri Rahayu (seekor kambing). Tujuannya agar Indonesia tidak ada adu domba atau dan diadu domba oleh negara lain.

“Saya harap semua harus bersatu, menjaga Indonesia, membuat semesta ini menjadi damai dan sejahtera. Pernikahan ini, sebagai bentuk rasa cinta kepada Indonesia,” tandasnya.

Anehnya pernikahan tak wajar itu, juga disaksikan sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) sekitar. Tak terkecuali salah satu anggota DPRD Gresik, Nurhudi Didin Arianto, atau yang akrab disapa Ki Ageng Gus Nur Hudi sebagai pemilik Pesanggrahan.

Ki Ageng Gus Nur Hudi mengatakan bahwa pernikahan antara Satrio Paningit dengan seekor kambing bukanlah perkawinan biologis atau fisik. Namun, hanya sebagai bentuk ritual perkawinan unsur alam semesta.

“Dengan pernikahan ini, diharapkan alam semesta atau jagad selaras energinya,” kata Hudi

Menurut dia, pernikahan tersebut sebagai salah satu bentuk keprihatinan dan rasa cinta kepada Ibu Pertiwi.

“Kami sebagai spritualis nusantara, tanpa sedikitpun mengurangi kemuliaan sebagai manusia,” tukasnya.

“Ritual pernikahan itu sebagai upaya agar Indonesia damai dan tentram. Kami melihat energi semesta dan leluhur kami sangat senang melihat ritual ini,” ungkapnya.

Ritual pernikahan itu diharapkan tidak membuat masyarakat salah paham dan menafsirkan yang negatif. Jadi, Itikad kami semata-mata untuk mendoakan Indonesia tercinta supaya damai, rukun, dan sejahtera,” tandasnya.

Akibat aksi nyeleneh itu, langsung menuai pandangan negatif dengan beragam komentar miring dari warganet (penguna medsos). (Mor)

About The Author