Korban serangan rudal dari zionis Israel pada Jumat (5/8/2022).

Zionis Israel Luncurkan Rudal ke Gaza 41 Warga Palestina Meninggal Dunia

JAKARTA (Independensi.com) – Gaza kembali mendapatkan serangan rudal dari zionis Israel pada Jumat (5/8/2022). Serangan tersebut menyebabkan 41 warga Palestina meninggal dunia, yang terdiri atas 15 orang anak-anak, 4 orang perempuan, 1 orang lansia dan 22 orang lainnya laki-laki.

Selain itu, serangan yang diluncurkan bertubi-tubi tersebut menyebabkan 360 warga luka-luka, terdiri atas 144 anak-anak, 56 perempuan, 18 lansia dan 119 laki-laki.

Adapun penyebaran korban kebiadaban Israel tersebut, wilayah Rafah 7 orang meninggal dunia dan 48 orang luka-luka. Wilayah Khanyunis 6 orang meninggal dunia dan 30 lainnya luka-luka. Lalu wilayah Gaza Tengah, 3 orang meninggal dunia dan 11 luka-luka. Kota Gaza mencatat 7 meninggal dunia dan 120 lainnya luka-luka dan Gaza Utara 18 orang meninggal dunia, 127 lainnya luka-luka.

Usia para korban didominasi oleh anak-anak berusia kurang dari 18 yang mencatat 144 anak, disusul usia 18-39 tahun sebanyak 126 orang, usia 40-59 tahun sebanyak 48 orang dan lebih dari 60 tahun sebanyak 18 orang.

Adara Relief Internasional, sebuah lembaga kemanusiaan untuk Palestina yang fokus pada perempuan dan anak segera merespon panggilan kemanusiaan ini, dan mengajak seluruh sahabat Adara untuk bergerak. “Alhamdulillah, dengan respon dukungan dan bantuan dari sahabat Adara, pada Sabtu (6/8) kami telah mengirimkan bantuan kepada korban luka,” kata Sri Vira Chandra selaku CEO Adara Relief Internasional dalam keterangan tertulisnya, Senin .

Bantuan tahap pertama ini diberikan dengan berbagai bentuk di antaranya obat- obatan, alat bantu jalan (kruk) dan bantuan kesehatan lainnya. Pada tahap berikutnya masih akan menyusul bantuan berupa bahan bakar untuk rumah sakit juga bantuan korban luka.

“Semoga bantuan sahabat Adara berikan kepada saudara-saudara di Gaza, dapat meringankan penderitaan yang mereka alami di tengah agresi dan blockade,” tukas Sri Vira Chandra.

Zionis Israel telah mulai meluncurkan serangan terhadap Gaza sejak Jumat sore. Langkah itu diklaim menargetkan kelompok Jihad Islam Palestina menyusul ketegangan yang terjadi beberapa hari terakhir.

Badan amal Inggris Save The Children telah melakukan penelitian terhadap kondisi psikologis anak-anak di Gaza terkait blokade yang dilakukan oleh zionis Israel. Dalam laporan berjudul Trapped yang dipublikasikan baru-baru ini, diperoleh fakta bahwa anak-anak Gaza mengalami gangguan psikologis mulai dari ketakutan luar biasa, kecemasan, depresi hingga kesedihan yang berlarut-larut.

Save The Children Inggris telah melakukan wawancara terhadap 488 anak dan 168 orangtua di Gaza untuk melengkapi penelitiannya tersebut. Hasilnya, 4 dari 5 anak Gaza terkena gangguan mental hingga depresi. Lebih dari 84 persen anak mengalami ketakutan luar biasa, 80 persen anak mengalami gangguan kecemasan, 77 persen anak mengalami depresi dan 78 persen anak mengalami kesedihan yang berlarut-larut.

Mengutip laman media social Adara Relief Internasional, penelitian menggambarkan hidup anak-anak di Gaza diliputi ketakutan, kekhawatiran, kesedihan dan depresi terus-menerus. Anak-anak hanya menunggu putaran kekerasan berikutnya meletus, sehingga nyaris mereka tidak bisa tidur dan kehilangan konsentrasi.

Mengompol, hingga kehilangan kemampuan untuk berbicara dan menyelesaikan aktivitas harian adalah bukti fisik penderitaan anak-anak Gaza, tulis Save The Children.

Fakta yang lebih mencengangkan lagi, dalam penelitian tersebut juga ditulis bahwa lebih dari separuh anak Gaza berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Tiga dari lima anak telah mencoba melukai dirinya akibat depresi yang berkepanjangan.

Adara Relief Internasional, sebuah lembaga kemanusiaan untuk Palestina yang fokus menangani perempuan dan anak mengajak masyarakat Indonesia untuk mengambil inisiatif membantu anak-anak Gaza keluar dari situasi psikologis yang tidak menguntungkan tersebut melalui paket bantuan untuk yatim Palestina senilai Rp150 ribu per paket.