Gus Falah Sebut Tindak Intoleran di Padang Bukti Diabaikannya Pilar Kebangsaan

Loading

Jakarta, Independensi- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan insiden pembubaran kegiatan dan perusakan rumah doa umat Kristen yang disertai kekerasan terhadap anak-anak di Kota Padang, Sumatera Barat, merupakan bukti diabaikannya pilar-pilar kebangsaan.

Gus Falah menyatakan, ketika seluruh warga memegang teguh empat pilar kebangsaan, tindakan intoleran tak akan terjadi.

“Seluruh kalangan, baik itu aparatur negara maupun warga masyarakat, seharusnya memegang teguh nilai-nilai empat pilar kebangsaan kita, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI,” ujar Gus Falah, 31 Juli 2025.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, salah satu esensi dari empat pilar kebangsaan adalah toleransi terhadap perbedaan. Termasuk perbedaan agama.

Ketika ada pelanggaran prinsip-prinsip empat pilar kebangsaan, hal itu menjadi alarm bagi penyelenggara negara.

“Sosialisasi, atau pembumian nilai-nilai empat pilar kebangsaan harus terus dilakukan secara masif, agar tindak intoleran tak terus berulang,” pungkas Gus Falah.

Sebelumnya, sekelompok pria, yang sebagiannya menggenggam balok kayu, membubarkan kegiatan pembinaan dan pendidikan agama Kristen yang diikuti sedikitnya 30 anak sekolah.

Lokasinya di rumah doa, yang dinaungi Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang, di RT 002 RW 009 Kelurahan Padang Sarai.

Dalam peristiwa itu, massa juga merusak rumah doa, seperti memecah kaca jendela dan cermin, membongkar pagar, menghancurkan kursi plastik, dan merusak kipas angin.

About The Author