Direktur YLBH Fajar Trilaksana sekaligus Anggota Biro OKK DPP LDII, Andi Fajar Yulianto (Istimewa)

Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda, YLBH Fajar Trilaksana Dorong Pembangunan Karekter Kaum Milenial  Untuk Perkuat Indonesia

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Fajar Trilaksana, Andi Fajar Yulianto berpendapat m, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97 yang diperingati pada setiap tanggal 28 Oktober sudah seharusnya tidak pengingat maupun serimomial upacara belaka tanpa ada upaya meneladaninya agar dilakukan oleh generasi muda bangsa saat ini.

Fajar pun  sependapat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Tohir dalam sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda kali ini bukan hanya sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan. Tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai patriotik.

“Hari Sumpah Pemuda yang tercetus pada tanggal 28 Oktober 1928 atau 97 tahun silam, bukan hanya dikenang sebagai catatan sejarah saja. Namun, haruslah menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk merefleksikan komitmen dan semangat dalam meneruskan cita-cita serta apa yang telah dilakukan oleh para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Apalagi lanjut Fajar, saat ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memperkuat persatuan dan kesatuan. Terutama di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, sehingga pengaruh pergaulan semakin berpotensi sebuah kondisi kebebasan yang semakin tidak terkendali. Maka dari itu pentingnya sebuah karakter luhur adalah keniscayaan bagi para generasi muda.

“Karakter luhur adalah sebuah kompilasi sifat dan prilaku mulia, nilai-nilai moral positif yang didalamnya tertanam pribadi bangsa yang taat dalam berketuhanan, jujur, amanah, beradab, cerdas berilmu, mandiri dan mampu melakukan kerjasama yang baik, serta selalu punya rasa empaty dengan semangat gotong royong,” tuturnya.

Menurut anggota biro OKK DPP LDII ini, para pemuda memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Bersatu. Karena, mereka para pemuda dapat menjadi penggerak perubahan dengan mempropagandakan toleransi, menghargai keragaman, dan membangun kesadaran akan pentingnya persatuan.

“Melalui pendidikan karakter dan pengembangan kepemimpinan, generasi muda dapat dibekali dengan kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang adaptif dalam dinamika global dan digitalisasi yang terjadi saat ini,” tukasnya.

Lebih jauh Fajar mengatakan, jika kita mampu menggerakkan karakter luhur tersebut, tentunya Indonesia dapat menjadi bangsa yang kuat, bersatu, dan berdaulat.

“Dengan adanya roh keterbukaan, menghargai keragaman, menerima perbedaan, kesetaraan, wawasan kebangsaan dan berkeadilan. Semua itu harus benar-benar teraktualisasi dalam bingkai Indonesia bersatu,” tandasnya.

About The Author