Foto : Sejumlah pelajar, mahasiswa dan remaja lainnya saat mengikuti kegiatan

Peringati Hari Anak Sedunia Generasi Z Gresik Diajak Sadar Wawasan dan Kembangkan Kreativitas Edukatif 

Loading

GRESIK ( Independensi.com) – Peringatan Hari Anak Sedunia, Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispendik) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menggelar berbagai kegiatan edukatif dengan melibatkan sejumlah pelajar maupun pelajar.

Kegiatan yang berlangsung di Atrium salah satu mall di Gresik itu, diisi dengan acara sosialisasi pencegahan aksi kekerasan terhadap anak atau bullying, pameran buku karya pelajar, serta pameran lukisan.

Menurut Ketua Panitia Kegiatan, M Soleh menyampaikan bahwa momentum Hari Anak Sedunia ini, saya ingin mengajak generasi muda Gresik Khususnya berani untuk menuangkan dan menyampaikan ide maupun gagasannya tentang apapun yang bernilai positif.

“Disini kami ingin mengajak adik-adik remaja dan pelajar untuk berani tampil dengan menunjukkan kemampuan yang dimilikinya dalam berbagai hal. Baik itu karya tulis maupun karya tulis hingga hal-hal inspiratif lainnya yang bisa membuka wawasannya semakin luas,” ujarnya disela-sela kegiatan, Rabu 19 November 2025.

Ditambahkannya, bahwa melalui kegiatan yang digagasnya itu tidak hanya mengajak anak-anak berkarya melalui buku dan karya seni. Namun, juga mendorong anak muda untuk tidak alergi dengan pendidikan yang relevan dengan tantangan anak masa kini.

“Kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada pemahaman emosional, sosial, serta keberanian menyuarakan hak-hak diri,” tuturnya kepada wartawan Cahaya Pena ini.

Salah satu nilai penting dalam kegiatan ini adalah keterlibatan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), karena keberadaan mereka tidak bisa disepelekan. Inklusivitas harus menjadi bagian dari pendidikan dan ruang sosial dan memiliki hak yang dalam mengeyam pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S Hariyanto mengatakan, di momen Hari Anak Sedunia ini mengingatkan perlunya mengingatkan tentang empat hak dasar anak yang menjadi perhatian semua pihak.

“Kita mendorong agar empat hak anak yang meliputi hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan partisipasi dapat terwujud dan menjadi atensi bersama. Tidak hanya Dinas Pendidikan saja, tetapi pihak terkait lainnya untuk mendukung hal tersebut,” tegasnya.

Lanjut Harianto, jika hal anak terimplementasi dengan baik dampaknya tentu akan sangat berpengaruh positif. Mengingat aksi kekerasan (bullying) terhadap anak atau pelajar, terus menjadi perhatian semua pihak.

“Kami sudah menjalankan program anti kekerasan anak dan anti bullying, di semua sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Gresik. Jangan sampai di lingkungan kita, di lembaga pendidikan kita terjadi kekerasan maupun bullying. Karena bilamana aksi itu terjadi yang dirugikan justru anak-anak kita,” tandasnya.

Untuk diketahui dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari 18-19 November ini, panitia penyelenggara juga menghadirkan beberapa layanan publik dengan mengandeng Dispendukcapil yang membuka layanan cetak KTP dan KK, cek kesehatan gratis bersama Dinas Kesehatan, layanan perijinan dengan DPMPTS hingga konsultasi penanganan anak penyandang disabilitas. (Reno)

About The Author