Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan ke 2-3 dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan 1 tahun 2025, peserta dari Kabupaten Bekasi, berhasil meraih peringkat terbaik.

Pelatihan PKA-PKP Kabupaten Bekasi Raih Peringkat Terbaik 2025.

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan ke 2-3 dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan 1 tahun 2025, peserta dari Kabupaten Bekasi, berhasil meraih peringkat terbaik.

Kabupaten Bekasi menunjukkan prestasi membanggakan Tren positif ini terus berlanjut setiap tahun karena Kabupaten Bekasi selalu aktif dan kompetitif dalam pelatihan kepemimpinan baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi, Firman Ramdhani, kemarin.

Ditegaskan, tahun ini pihaknya menyiapkan 80 peserta untuk PKP dan 40 peserta untuk PKA, serta menilai bahwa banyak peserta Kabupaten Bekasi menunjukkan prestasi membanggakan.

“Kami dari BKPSDM memfasilitasi dan melayani PNS, terutama untuk jabatan administrator dan pengawas. Tahun 2025 kami menganggarkan sekitar 80 orang untuk PKP dan 40 orang untuk PKA. Alhamdulillah banyak peserta yang berprestasi. Setiap tahun Kabupaten Bekasi selalu mendapat hasil memuaskan.” ujar Firman.

Ia berharap peserta di angkatan-angkatan berikutnya dapat memperluas wawasan dan jejaring, serta membangun lingkungan belajar yang positif agar mampu termotivasi mencapai hasil terbaik.

“Saya berharap rekan-rekan yang mengikuti pelatihan ke depan bisa lebih membuka wawasan dan banyak berteman dengan orang-orang yang berprestasi. Lingkungan itu menentukan. Kita akan termotivasi untuk jadi yang terbaik menurut versi kita sendiri dan memberi kontribusi untuk Kabupaten Bekasi.” ucapnya.

Sementara, Ketua Angkatan PKP sekaligus Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio menjelaskan bahwa pelaksanaan PKA dan PKP tahun ini menggunakan metode blended learning yang dimulai sejak Agustus 2025.

Disebutkan, bahwa peserta mengikuti pembelajaran klasikal di PPSDM Kemendagri Kiara Payung Jatinangor Jawa Barat periode 20 Agustus hingga September 2025. Kemudian melanjutkan implementasi aksi perubahan di unit kerja masing-masing.

“Alhamdulillah rata-rata peserta Kabupaten Bekasi masuk 10 besar, baik di PKP maupun PKA.” terangnya.

Ia menyebutkan bahwa aksi perubahan yang dirancang merupakan inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik dan kinerja perangkat daerah.

PKA dan PKP merupakan pelatihan tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Purwakarta, Kuningan, Yapen-Papua, Murung Raya, dan Barito Timur. (jonder sihotang)

About The Author