![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Kementerian Transmigrasi terus memperkuat transformasi ekonomi di kawasan transmigrasi melalui program BootCamp Penguatan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi yang digelar pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan 193 peserta dari 15 kabupaten, meliputi koperasi, UMKM, BUMDes, hingga Gapoktan yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, Muhammad Qufal Umaternate, menegaskan bahwa bootcamp ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi SDM kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi. Melalui pelatihan intensif, para peserta dilatih memahami peluang dan tantangan pasar modern, termasuk strategi untuk menembus pasar nasional hingga global.
“Kami memberikan mereka kesempatan untuk melihat peluang dan tantangan agar mereka bisa menembus pasar, tidak hanya pasar lokal, tapi pasar global,” ujar Qufal di sela kegiatan.

Salah satu pelatihan utama yang diberikan adalah strategi pemasaran berbasis digital. Para peserta diajarkan membuka lapak online, memanfaatkan marketplace Indonesia, serta memahami model bisnis digital yang dapat memperluas jangkauan penjualan mereka.
Qufal menyebut, kawasan transmigrasi sesungguhnya memiliki kekayaan produk dan komunitas yang kuat. Namun, tantangan terbesar bukan pada produksi, melainkan pada narasi.
“Di kawasan transmigrasi kami tidak kekurangan produk maupun komunitas. Yang kurang adalah narasi. Bagaimana pelaku usaha dapat menarasikan produk mereka sehingga mampu menembus pasar. Di bootcamp ini kami latih bagaimana mereka merangkai cerita produk agar bisa bersaing di pasar lokal maupun global,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa transformasi ekonomi di kawasan transmigrasi hanya dapat terwujud melalui dukungan lintas sektor. “Agar dampak transformasi dapat dirasakan secara menyeluruh,” tegas Qufal.
Dalam kesempatan itu, Qufal turut mengumumkan rencana besar Kementerian Transmigrasi yang akan bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk menyalurkan bantuan modal hingga Rp30 triliun bagi warga transmigrasi. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat kemandirian ekonomi dan memperluas skala usaha masyarakat di kawasan transmigrasi.
Dengan pelatihan SDM, dukungan narasi pemasaran, dan akses permodalan besar-besaran, Kementerian Transmigrasi menargetkan lahirnya pelaku usaha transmigrasi yang mampu bersaing, menembus pasar digital, dan mengangkat potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi nasional.

