![]()
BEKASI (IndependensI.com)- Pemerintah Kota Bekasi, terus berkomitmen memberikan yang terbaik dan mendukung generasi penerus menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang. Salah satu terkait upaya menekan angka stunting (anak tumbuh kerdil).
Atas upaya tersebut, Pemkot Bekasi
berhasil menekan angka prevalensi stunting dibawah 14 persen. Atas upaya itu, meraih penghargaan sebagai Kabupaten/Kota terbaik ketiga dengan angka stunting di bawah 14 persen.
“Hasil ini tercapai berkat kolaborasi semua pihak untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang sehat,” ucap Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, Senin (24/11/2025).
Diantara upaya penanganan stunting yang dilakukan Pemkot Bekasi,
Intervensi spesifik: Fokus pada peningkatan gizi, seperti pemberian vitamin A, makanan tambahan, dan penatalaksanaan gizi buruk pada anak usia 0−23 bulan , ibu hamil, dan ibu menyusui
Intervensi sensitif: Program peningkatan kesadaran dan praktik pengasuhan gizi yang baik, peningkatan akses pangan bergizi, dan perbaikan sanitasi serta air bersih.
Program inovatif: Beberapa program inovatif telah diluncurkan oleh dinas-dinas terkait, seperti “Swara Bening” dan “Si Abang Mandra” dari Dinas Kesehatan.
Kolaborasi: Melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas pemerintah, swasta, kader PKK, Posyandu, hingga masyarakat untuk bersama-sama menekan angka stunting.
Rencana aksi: Pemerintah Kota Bekasi secara berkelanjutan menyusun dan melaksanakan rencana aksi untuk mengatasi stunting, dengan komitmen untuk mencapai target bebas stunting di masa depan. (jonder sihotang)

