SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 792 pemuda Indonesia dan terintegrasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra di seluruh Indonesia beberapa waktu lalu.

SATU Indonesia Awards 2025: Lima Anak Muda Hadirkan Solusi Nyata dari Kesehatan hingga Lingkungan

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Astra kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peran generasi muda melalui penyelenggaraan 16th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2025.

Program apresiasi ini diberikan kepada anak-anak muda yang dinilai mampu menjawab berbagai persoalan di masyarakat dengan solusi nyata, berkelanjutan, dan berdampak luas di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan, sejak pertama kali digelar pada 2010, SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 792 pemuda Indonesia dan terintegrasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra yang tersebar di 35 provinsi.

“Program ini menjadi momentum untuk menegaskan peran generasi muda Indonesia yang memiliki keberanian, kemauan, dan konsistensi dalam menghadapi persoalan di sekitarnya melalui solusi nyata bagi masyarakat. Karakter inilah yang menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk terus bergerak maju menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujar Djony.

Pada bidang Kesehatan, apresiasi diberikan kepada Alvin Henri dari Sumatra Utara. Berangkat dari pengalamannya menempuh pendidikan kedokteran, Alvin melihat kesenjangan akses pembelajaran dan pembaruan ilmu medis, khususnya bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan di daerah. Dari kegelisahan tersebut, ia mengembangkan Medsense, platform edukasi medis digital yang menyediakan materi pembelajaran, latihan, dan evaluasi secara fleksibel. Inisiatif ini memperluas akses pendidikan medis, terutama bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa.

Di bidang Kewirausahaan, Tatag Adi Sasono dari Jawa Timur mengembangkan Mitra Ternak Farm, sebuah model usaha titip ternak berbasis teknologi. Sistem ini menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerja migran Indonesia, dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Model tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekosistem agribisnis yang berkelanjutan.

Sementara itu, pada bidang Pendidikan, Imelda Riris Damayanti dari DKI Jakarta menghadirkan Never Okay Project, sebuah inisiatif pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan dunia kerja.

Melalui pendekatan lintas sektor, proyek ini mendorong penyusunan kebijakan internal, pengembangan sistem pelaporan yang aman, serta pendampingan bagi penyintas agar memperoleh perlindungan dan dukungan yang layak.

Di bidang Lingkungan, Hanzalah Rangkuti dari Sumatra Utara merespons persoalan sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang dengan membangun Sumatera Trash Bank. Mengusung pendekatan ekonomi sirkular, program ini mengajak masyarakat mengelola sampah plastik melalui sistem tabungan sampah yang bernilai ekonomi. Upaya tersebut mendorong perubahan perilaku, menjaga kebersihan kawasan wisata, dan membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga.

Adapun pada bidang Teknologi, apresiasi diberikan kepada Oka Bayu Pratama dari Jawa Timur. Melalui aplikasi berbasis kecerdasan buatan SeeShark, Oka membantu nelayan mengidentifikasi spesies hiu secara cepat dan akurat. Teknologi ini memungkinkan nelayan menghindari penangkapan spesies yang dilindungi sekaligus meningkatkan kualitas data perikanan dan praktik perikanan berkelanjutan.

Kelima penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2025 tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan di sekitar dapat berkembang menjadi solusi berdampak luas. Dengan pendekatan yang berbeda namun tujuan yang sejalan, mereka membuktikan bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui kolaborasi, konsistensi, dan keberanian untuk bertindak.

Astra menegaskan akan terus mendukung peran aktif generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita sejahtera bersama bangsa serta kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

About The Author