Apical Group gelar Buka puasa di GIOI Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dari Dapur Hingga Energi Masa Depan, Asian Agri dan Apical Tegaskan Peran Strategis Kelapa Sawit bagi Indonesia

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Industri kelapa sawit kembali menegaskan perannya sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Tidak hanya hadir dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari, kelapa sawit juga menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri hingga energi masa depan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Asian Agri bersama Apical di GIOI Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Acara ini dihadiri sejumlah perwakilan media sebagai ajang silaturahmi Ramadan sekaligus berbagi perspektif mengenai perkembangan industri kelapa sawit serta kontribusinya bagi perekonomian nasional.

Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, Johan Kurniawan, mengatakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadan sejalan dengan prinsip yang dibutuhkan dalam pengelolaan industri kelapa sawit yang bertanggung jawab.

“Ramadan mengajarkan kita tentang integritas dan konsistensi melakukan hal yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat. Prinsip yang sama juga penting dalam memastikan pengelolaan kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Johan.

Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, Johan Kurniawan, memberikan sambutan saat Apical Group gelar Buka puasa di GIOI Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, manfaat besar yang dihasilkan industri kelapa sawit tidak muncul secara instan, melainkan melalui pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Di sektor hulu, Asian Agri memastikan pengelolaan perkebunan dimulai dari fondasi yang kuat. Perusahaan menerapkan penggunaan bibit unggul Topaz, praktik budidaya yang bertanggung jawab, serta program peremajaan tanaman atau replanting untuk menjaga produktivitas tanpa perlu membuka lahan baru.

Selain itu, kemitraan dengan petani juga menjadi pilar penting dalam membangun industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

“Keberlanjutan tidak mungkin dibangun sendirian. Kemitraan yang kuat dengan petani menjadi kunci untuk menciptakan industri kelapa sawit yang tangguh dan bertanggung jawab,” tambah Johan.

Sementara di sektor hilir, Apical mengolah minyak sawit menjadi berbagai produk bernilai tambah melalui rantai pasok yang terintegrasi. Produk tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku bagi berbagai industri seperti oleokimia hingga energi terbarukan, termasuk sustainable aviation fuel (SAF) yang kini semakin dikembangkan secara global.

Semangat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat juga tercermin melalui berbagai inisiatif selama Ramadan.

Di wilayah operasionalnya di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, Asian Agri kembali menggelar bazar minyak goreng bagi masyarakat menjelang Idul Fitri. Program ini memungkinkan warga sekitar membeli minyak goreng premium dengan harga lebih terjangkau untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga selama bulan suci.

Sementara itu, Apical turut berpartisipasi dalam program bazar minyak goreng yang diselenggarakan bersama Kementerian Perindustrian. Dalam tiga hari pelaksanaan, sekitar 600 karton minyak goreng merek Minyakita dan Camar disalurkan kepada masyarakat.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa manfaat industri kelapa sawit dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

Menutup acara, Johan menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk kembali mengingat bahwa pertumbuhan industri yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan produktivitas, tetapi juga oleh integritas, kemitraan, serta komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Industri kelapa sawit memiliki peran besar bagi Indonesia. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab dan kolaborasi yang kuat, kita dapat memastikan manfaatnya terus dirasakan dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

About The Author