Petugas Basarnas saat mencari korban longsor di TPST Bantargebang Kota Bekasi

Tragedi Sampah Longsor TPST Bantargebang Bekasi, Tujuh Korban Tewas Tertimbun  Sampah

Loading

BEKASI (Independensi.com)- Pencarian korban akibat longsor gunung sampah setinggi 40 meter di  Zona IV,  Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Kota Bekasi, milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dihentikan, Selasa (10/3/2026). Terdapat  tujuh korban jiwa tertimbun sampah, dan enam  selamat.

Dengan ditemukannya seluruh korban, dan tidak adanya laporan korban hilang lainnya, maka operasi SAR dinyatakan ditutup, ujar Kepala Kantor SAR DKI Jakarta, Desiana Kartika Bahari, Selasa (10/3/2026).

Ketujuh korban jiwa, adalah Enda Widayanti, Sumine, Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang , Hardianto, dan Riki Supriadi. Jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Atas peristiwa yang terjadi Sabtu (3/2026) siang pukul 14.00 WIB,  Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, tragedi mematikan ini merupakan  harus menjadi perhatian khusus bagi Pemprov DKI Jakarta.

Diminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menghentikan pengelolaan sampah dengan metode open dumping yang sangat membahayakan bagi warga dan lingkungan.

Diberitakan sebelumnya, hingga Senin (9/3/2026) pagi, jumlah korban jiwa empat orang. Namun setelah dilakukan pencarian, tiga lagi korban ditemukan terakhir sampah setinggi 50 meter. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *