![]()
BEKASI (Independensi.com)- Keberadaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 wilayah Selatan, pada perjalanan arus balik Lebaran 2026, mampu mengatasi kemacetan di Jalan Tol Japek Utama. Kemudian, berhasil mengurangi waktu tempuh.
Bagi masyarakat yang ingin menghindari kemacetan di ruas utama jalan tol Jakarta-Cikampek, mereka lebih memilih jalur selatan hingga memangkas waktu tempuh satu jam lebih cepat bagi pengendara yang mengarah ke wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Bahkan, pada arus balik mudik lebaran ini, Gerbang Tol Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menjadi jalur favorit masyarakat untuk keluar ke jalur arteri dan masuk kembali ke Tol Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR 2).
Sebagaimana diketahui, JORR 2 merupakan jaringan jalan tol sepanjang 111 km yang melingkari Jabodetabek, menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang hingga Tanjung Priok Jakarta Utara.
JORR 2 ini terdiri dari 6 ruas utama (Cengkareng-Cilincing) yang melintasi Tangerang, Depok, dan Bekasi, tol ini bertujuan mengurai kemacetan JORR 1 dan mempercepat akses logistik.
Kehadiran Japek 2 Selatan, menjadi jalur alternatif mampu men jawab atas kepadatan yang kerap terjadi di pertemuan arus Tol Cipularang dan Tol Jakarta-Cikampek eksisting. Dengan melintasi jalur fungsional ini, durasi perjalanan menuju Jabodetabek menjadi lebih cepat.
Fungsional
Terkait hal itu, Direktur Utama PT Jasa marga Japek Selatan, Charles Lendra mengungkap, jalur ini dibuka secara fungsional. Bagi pemudik yang ingin memanfaatkan fasilitas ini harus masuk melalui titik yang telah ditentukan, salah satunya adalah melalui Tol Sadang.
Pengendara cukup melakukan transaksi di GT Sadang untuk melunasi tarif Tol Cipularang, sementara perjalanan dari Sadang hingga wilayah Setu Bekasi digratiskan.
“Prosedur masuk wajib melalui jaringan jalan tol yang sudah ada. Jalur ini tidak menyediakan akses masuk langsung dari jalan raya reguler (arteri),” tambah Charles, kemarin.
Meski berstatus fungsional, fasilitas pendukung di sepanjang jalur ini tergolong sangat memadai. Terdapat rest area di KM 18 yang masuk ke Desa Sukaragam, Serangbaru Kabupaten Bekasi.
Di sana terdapat layanan pengisian bahan bakar darurat, pusat istirahat, gerai makanan, keamanan 24 Jam dengan 12 unit kamera pengawas (CCTV), Tim Reaksi Cepat yang terdiri dari Armada patroli, ambulans, tim rescue, hingga mobil derek yang siaga penuh.
Puncak Arus Balik
Selain itu, pembukaan Tol Japek II Selatan ini tidak bersifat permanen 24 jam. Operasionalnya sangat bergantung pada kondisi lalu lintas di jalur utama dan sepenuhnya berada di bawah diskresi pihak Kepolisian.
“Jalur ini menjadi katup penyelamat. Jika kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek utama sudah mengkhawatirkan, maka arus akan dialihkan ke sini untuk mengurai penumpukan,” katanya.
Sebagaimana diinformasikan, puncak arus balik Lebaran 2026 , diprediksi pada akhir pekan tanggal 28-29 Maret 2026, dengan puncak gelombang pertama terlihat sejak 24 Maret. Sebanyak 250 ribu kendaraan diperkirakan menuju Jabodetabek, terutama pada Sabtu malam hingga Minggu. Pemerintah menerapkan rekayasa one way dari Tol Kalikangkung dan contra flow. (jonder sihotang)

