![]()
BEKASI (Independensi.com)- Ketersediaan air bersih dan sanitasi, merupakan salah satu dari 17 poin target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030. Hal ini merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Pemerintah Indonesia tahun 2030. Sebab, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), merupakan kewajiban pemerintah.
Secara nasional, pemenuhan air bersih perpipaan di seluruh wilayah Indonesia, ditargetkan sudah 100 persen pada tahun 2030. Upaya itu, dilakukan pemerintah mengingat air bersih merupakan hak dasar hidup masyarakat.
Di Kabupaten Bekasi, pemerintah daerah menugaskan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi untuk memenuhi target SDGs tersebut. Dan saat ini, dari sekitar 3,4 juta jiwa warga Kabupaten Bekasi, cakupan air bersih perpipaan sudah mencapai 4O persen.
Saat ini, jumlah sambungan pelanggan yang dilayani Perumda Tirta Bhagasasi sekitar 330.000 pelanggan atau sambungan langganan (SL).
Terkait hal itulah, melalui Perumda Tirta Bhagasasi sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi, tahun 2029, setidaknya 60 persen cakupan layanan di kabupaten yang memiliki 11 kawasan Industri dan dihuni sekitar 7.600 perusahaan itu, sudah terealisasi.
16.000 SL Baru Tiap Tahun
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi, optimis target itu dapat tercapai. Upaya yang dilakukan, akan terus menambah jumlah pelanggan baru tiap tahun mulai 2026. Setidaknya 16.000 SL baru akan dicapai tiap tahun.
Selain itu, Perumda Tirta Bhagasasi, telah melakukan kerjasama dengan pengelola Kawasan Industri MM2100, menyediakan air bersih, setidaknya 500 liter perdetik. Ditargetkan, tahun 2026 sudah mulai terealisasi 120 liter per detik, dan sisanya dilakukan bertahap, ucap Reza Lutfi.
Bahkan tambahnya, masih terbuka luas untuk bekerjasama dengan puluhan industri lainnya. Hal itu mengingat Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi, merupakan Kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara.
Oleh karena itu, diharapkan dukungan penuh dari Pemkab Bekasi, setidaknya dalam penyertaan modal (PM) daerah setiap tahun ke Perumda Tirta Bhagasasi sebagai investasi membangun jaringan perpipaan dan Instalasi Pengolahan Air bersih (IPA). Tujuannya, agar target SDGs tahun 2030, dapat dicapai dan semua masyarakat Bekasi dapat menikmati air bersih perpipaan. (jonder sihotang)

