Foto bersama saat kunjungan kerja Anggota DPRD Provinsi Banten dengan jajaran Direksi dan pejabat Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi

Atasi Kehilangan Air, DPRD Provinsi Banten Studi Tiru ke Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi

Loading

BEKASI (Independensi.com)- Dalam pengelolaan air bersih atau air minum oleh Perusahaan Daerah, pada umumnya, kehilangan atau kebocoran air dapat proses produksi maupun saat pendistribusian, dipastikan akan terjadi. Namun ada batas toleransi angka kehilangan air sebagaimana ditentukan pemerintah pusat melalui Kemudian Pekerjaan Umum.

Terkait bagaimana cara mengatasi kehilangan air tersebut,Komisi IV DPRD Provinsi Banten, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Perusahaan Umum Daerah (Perumda)Tirta Bhagasasi Bekasi, Jawa Barat.

Kunjungan para wakil rakyat dari Pemprov Banten, terdata, sudah ketiga kalinya ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah kabupaten Bekasi ini.

Adapun rombongan Komisi IV DPRD Banten yang ingin berdiskusi terkait strategi untuk menekan angka kehilangan air (“non-revenue water”) maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan pelayanan air bersih kepada masyarakat, diterima Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin dan Direktur Teknik Rika Nursantika, bersama kepala bagian dan kepala subbagian.

“Mudah-mudahan, hasil diskusi hari ini dapat mendapatkan ilmu dari teman-teman DPRD Provinsi Banten dan kita juga bisa ‘sharing knowledge’ apa yang sudah kita lakukan di Perumda Tirta Bhagasasi,” kata Daud Husin, kemarin.

Ia berharap, diskusi kali ini dapat memberikan manfaat/masukan bagi kemajuan perusahaan air minum yang ada di Provinsi Banten maupun bagi Perumda Tirta Bhagasasi.

Pada kesempatan itu, ketua rombongan DPRD Banten Tubagus Luay Shofani mengatakan, secara karakteristik wilayah ada persamaan antara Kabupaten Bekasi dan wilayah di Provinsi Banten, yakni saat terjadi musim hujan, air sangat melimpah namun saat musim kemarau, pasokan air sangat berkurang.

Selain itu, terdapat wilayah di Banten yang berada di pesisir, sama halnya dengan Kabupaten Bekasi. Maka, untuk studi tiru, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi, dinilai sangat tepat.

Dalam diskusi dipandu Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi Rika Nursantika yang memang secara teknis membidangi terkait kehilangan air.

Diskusi berlangsung produktif dimana pihak Perumda Tirta Bhagasasi memaparkan sejumlah cara mereka mengatasi kehilangan air. Dijelaskan juga, berbagai penyebab kebocoran dalam proses produksi air bersih dan pada saat mendistribusikan kepada pelanggan.

Pada prinsipnya, kebocoran hal yang wajar terjadi dimanapun pengelolaan air bersih atau air minum oleh perusahaan. Namun, selalu diupayakan meminimalkan kebocoran itu sendiri. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *