![]()
BEKASI (IndependensI.com)- Lagi,
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi yang merupakan perusahaan darah air minum yang terbesar se Jawa Barat dan mempunyai pelanggan sekitar 330.000 pelanggan, menjadi rujukan studi tiru dari Perumda lainnya se Indonesia.
Kali ini, menerima kunjungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Satria Purwokerto, Jawa Tengah, kemarin.
Rombongan beranggotakan delapan orang tersebut mendatangi Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi i untuk mempelajari skema kerja sama yang dijalin dengan pihak ketiga.
“Terus terang, kami mendapat tawaran kerja sama dari pihak swasta yang ingin berinvestasi. Hal ini telah mendapat restu bupati, sehingga kami menindaklanjutinya,” ujar Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Satria Purwokerto Junaedi.
Rombongan Perumda Tirta Satria ini merasa perlu menempuh studi tiru, salah satunya dengan Perumda Tirta Bhagasasi, karena pihaknya minim pengalaman dalam hal jalinan kerja sama dengan pihak ketiga.
“Ini akan menjadi yang pertama, sehingga perlu banyak yang dipelajari. Kami mendapat informasi bahwa Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi ini merupakan salah satu yang banyak pengalaman kerja sama pihak ketiganya, sehingga kami ingin belajar langsung,” ucapnya.
Menyambut kedatangan rombongan tersebut, Kepala Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Perumda Tirta Bhagasasi Wawan yang menerima rombongan mengatakan bahwa sangat penting melakukan kajian studi pendahuluan untuk mengetahui pasti rencana kerja sama dengan pihak ketiga memang ‘visible’ untuk dilakukan.
“Jadi jangan mengandalkan hasil survey market yang diajukan oleh pihak investor karena harus dipastikan proyek kerja sama bisa benar-benar terserap di hilirnya nanti,” ucapnya.
Kemudian, penting juga memastikan bahwa investor yang berminat menjalin kerja sama memang memiliki kemampuan finansial yang mumpuni.
“Prinsip kehati-hatian yang harus selalu dikedepankan jika ingin bekerja sama dengan investor, supaya realisasinya berjalan lancar,” tambah Kepala Subbagian Kerja Sama Perumda Tirta Bhagasasi Yana, menambahkan.
Perumda Tirta Bhagasasi hingga saat ini sudah menjalin sejumlah kerja sama dengan pihak ketiga dengan berbagai skema, mulai dari BOT (Build Operate Transfer), BOO (Build Own Operate), KBA (Kontrak Berbasis Angsuran), pipanisasi, juga kerja sama berbasis kinerja.
Kerjasama dengan perusahaan swasta itu, sesuai aturan yang berlaku bahwa untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, diperbolehkan kerjasama dengan pihak swasta, mengingat besaran Penanaman Modal (PM) dari pemerintah daerah sebagai pemilik BUMD tersebut, sangat terbatas.
Namun, sebagaimana pernah disampaikan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, bahwa kerjasama antara BUMD dengan pihak swasta, harus saling menguntungkan. Itu namanya kerjasama, tegas Ade. (jonder sihotang)

