Foto : Pohon di SMP Negeri 5 Cerme Gresik Jawa Timur usai dipangkas

Berstatus Sekolah Adiwiyata SMPN 5 Cerme Gresik Justeru Pangkasi Pohon

Loading

GRESIK (independensi.com) – Aksi pemangkasan pohon yang berada dilingkungan SMP Negeri 5 Cerme Kabupaten Gresik Jawa Timur, menuai kecaman dari sejumlah pihak. Pasalnya sekolahan itu, tepah status Adiwiyata di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

Menurut mantan pendidik atau guru SMPN 5 Cerme, berinisial N dan M, pihaknya sangat menyayangkan adanya tindakan penebangan pohon di sekolahan yang berstatus Adiwiyata. Karena, bisa merusak reputasi lembaga pendidikan terkait.

“Kami sangat sesalkan adanya penebangan itu, padahal untuk merintis hingga mewujudkan SMPN 5 Cerme bisa meraih predikat Adiwiyata butuh waktu, pikiran dan perjuangan panjang yang sangat melelahkan,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa betapa kecewanya orang-orang yang sebelumnya telah berjuang untuk menjadikan SMPN 5 Cerme sebagai sekolah Adiwiyata dilevel Kabupaten hingga Provinsi, Adiwiyata Nasional jika pada akhirnya harus menerima kenyataan pahit oleh kebijakan yang kurang relevan.

“Saat reuni alumni SMPN 5 Cerme dulu sempat mencuat rencana pemangkasan pohon itu. Namun, banyak yang tidak setuju dan menolaknya agar tidak dilakukan. Tapi ternyata hal itu tidak dilakukan oleh pemangku kebijakan sekolah yang baru hingga melakukan pemangkasan itu,” ungkapnya.

Sementara, Kepala SMPN 5 Cerme, Sugianto menyampaikan bahwa pemangkasan dilakukan pihaknya untuk merapikan ranting yang dinilainya membahayakan.

“Pemangkasan pohon kami lakukan untuk mencegah ranting pohonnya jatuh menimpa anak-anak yang sedang belajar. Sebab pohonnya sudah sangat besar,” tuturnya.

Ditanya terkait status SMPN 5 Cerme yang merupakan sekolah Adiwiyata, yang berarti pihak sekolah harus menjaga keasrian lingkungan sekitar. Sugianto mengaku tau dan telah memahami hal itu.

“Kami tau itu, dan apa yang kami lakukan untuk merapikan bukan memangkas,” kilahnya.

Lebih lanjut saat ditanya apakah pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait pemangkasan pohon itu. Sugianto menyampaikan tidak melakukannya.

“Ngak perlu, kita melakukan sendiri,” ucapnya memungkasi.

Terpisah Kepala DLH Gresik Sri Subaidah saat dikonfrontir terkait hal tersebut menjelaskan pihaknya tidak mengetahui.

“Saya cek dulu, ini teman-teman sedang mengecek surat dan juga langsung terjun ke lokasi untuk memastikannya apakah ada pelanggaran,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Herawan, menyatakan akan memanggil pihak SMPN 5 Cerme untuk diklarifikasi.

“Segera kita panggil untuk di klarifikasi,” katanya. (Mor)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *