![]()
BEKASI (Independensi.com)- Pembagian air bersih secara gratis kepada masyarakat, dampak kemarau berkepanjangan di Kabupaten Bekasi, hingga kini masih terus berjalan. Sejak Juli hingga sekarang, tercatat hampir 8 juta liter air dibagikan.
Pendistribusian air bersih dikoordinir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan berbagai pihak. Diantaranya, penyediaan bahkan pendistribusian air bersih oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi.

Dipastikan, pendistribusian air akan terus dilakukan sepanjang masyarakat membutuhkan pada musim kemarau saat ini, ungkap Kepala BPBD Pemkab Bekasi Muchlis, kemarin.
“Hingga akhir Agustus, terdapat 45 desa di 12 kecamatan yang terdampak kemarau,” ungkap Muchlis.
Komitmen penyediaan air bersih kepada masyarakat saat terjadi bencana kekeringan, sudah menjadi kewajiban kami. Sebab, antara Perumda Tirta Bhagasasi dengan BPBD Pemkab Bekasi sudah ada kesepakatan bersama, ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi.
Muchlis menambahkan, selain memberikan air bersih, pihaknya bersama dinas instansi terkait, diantaranya PMI dan pihak swasta, juga memberikan bantuan toren air dan sumur bor di sejumlah titik permukiman warga.
Setidaknya terdata 25.601 kepala keluarga atau sekitar 77.312 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih di Kabupaten Bekasi saat ini, tambahnya.
Perumda Tirta Bhagasasi sendiri sudah membagikan air bersih sebanyak 2,6 juta liter. Kemudian, PMI sebanyak 1 juta liter serta bantuan air bersih dari pengelola kawasan industri, komunitas peduli bencana, BBWS, Kwarcab Pramuka dan pihak lainnya.
Peristiwa kekeringan seperti saat ini, sudah terjadi setiap tahun. Namun setiap tahun pula, BPBD dan pihak lain membagikan air kepada masyarakat terdampak kemarau. (jonder sihotang)

