Tim Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi saat membagikan air bersih dampak kemarau.

Dampak Kemarau Bekasi, 5,7 Juta Liter Air Bersih Dibagikan

Loading

BEKASI (Independensi.com)- Wilayah kekeringan yang berdampak kesulitan air bersih di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, semakin meluas. Dari 23 wilayah kecamatan di daerah berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa ini, 11 wilayah kecamatan meliputi 35 desa, sebagian besar masyarakatnya kesulitan air bersih

Setidaknya 65.659 jiwa atau setara 21.333 kepala keluarga, kini kesulitan air bersih guna memenuhi kebutuhan pasokan harian mereka. Dan hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 5.797.500 liter air bersih telah didistribusikan ke masyarakat.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, selain bekerjasama dengan BPBD setempat, secara mandiri terus mendistribusikan air bersih ke Wilayah terdampak. Hingga saat ini, tercatat telah menyalurkan lebih dari 2.036.000 liter air bersih, ungkap Kasubag Humas Hasan Basri, Jumat (21/8/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengakui kekeringan telah meluas hingga 35 desa di 11 kecamatan.

Adapun wilayah kecamatan terdampak kekeringan di bagian Utara, antara lain Kecamatan Sukawangi, Babelan, Sukakarya, Pebayuran, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu, dan Setu.

Sedangkan bagian selatan Kabupaten Bekasi, kekeringan di Kecamatan Bojongmangu dan Cibarusah, menjadi kawasan dengan konsentrasi titik kekeringan paling padat.

Disebut, kekeringan tidak hanya melumpuhkan kebutuhan rutin warga, namun juga mengancam produktivitas sektor pertanian setempat. Tercatat 1.827 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan. Lahan tersebut tersebar di 15 kecamatan. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *