![]()
BALI (Independensi.com) – Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA, menerima penghargaan AMA Appreciation Award 2026 dalam ajang AMA Indonesia Conference 2026 di Sanur, Bali pada Jumat (2/10/2026). Ia dinilai berkontribusi besar memperluas wawasan strategis perusahaan serta memperkuat ekosistem kepemimpinan korporasi.
Dalam pidatonya, Denny mengungkit kisah sukses Elon Musk dan SpaceX untuk menjelaskan makna wealth creation.
Menurutnya, kekayaan besar lahir bukan karena mengambil pasar lama, melainkan menciptakan nilai dan peluang baru seperti teknologi roket daur ulang (reusable rocket) yang menekan biaya penerbangan ruang angkasa.
”Wealth creation bukan pertama-tama soal kekayaan, tapi dimulai ketika seseorang melihat kebutuhan yang belum terjawab, lalu mengubahnya menjadi nilai melalui teknologi, keberanian, dan imajinasi,” ujar Denny.
Prinsip tersebut ia terapkan di PHE untuk mengejar ketahanan energi nasional. PHE kini membidik target 1M29 (produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2029) serta melakukan ekspansi internasional melalui program PHE Goes Global.
Namun, Denny mengingatkan bahwa target besar membutuhkan keberanian mengambil keputusan. Ia menyayangkan masih tingginya rasa takut direksi BUMN/korporasi terhadap ancaman kriminalisasi akibat kegagalan eksplorasi, padahal risiko merupakan hal inheren dalam bisnis migas.
Oleh karena itu,
Denny mendorong penguatan ekosistem Business Judgment Rule (BJR) dan mengusulkan pembentukan Dewan BJR bersama akademisi untuk membedakan secara tegas antara kerugian akibat risiko bisnis yang sah dengan tindak pidana korupsi.
”Jika keputusan dibuat profesional, tanpa konflik kepentingan dan korupsi, kegagalan komersial tidak otomatis jadi kejahatan. Bangsa ini tak cuma butuh pemimpin yang bersih, tapi juga yang berani mengambil keputusan besar secara bersih,” tegasnya.

