![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan apresiasi kepada tim bulu tangkis Indonesia yang tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Prestasi dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu mendapat penghargaan berupa bonus dengan total Rp4,85 miliar. Apresiasi tersebut diberikan dalam acara Syukuran Prestasi Bulu Tangkis Indonesia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Medali emas dari beregu putra mendapat bonus terbesar, yakni Rp2 miliar. Jumlah yang sama diberikan kepada Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang juga mempersembahkan emas. Sedangkan peraih medali perak Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mendapat Rp500 juta. Bonus dengan nilai sama diberikan kepada beregu putri yang menyumbangkan medali perunggu.
Adapun Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Alwi Farhan, yang masing-masing meraih perunggu, mendapat bonus Rp250 juta. Apresiasi juga diberikan kepada pelatih, Kabid Pembinaan dan Prestasi, manajer tim serta seluruh ofisial dengan nilai bervariasi antara Rp10 juta hingga Rp50 juta.

Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran menegaskan, pencapaian tersebut bukan hanya hasil kerja para atlet yang tampil di lapangan. Menurutnya, ada banyak pihak yang bekerja di belakang layar hingga prestasi tersebut terwujud.
“Hari ini kita berkumpul dengan satu perasaan yang sama, bersyukur dari Nagoya anak-anak kita membawa pulang dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu untuk Indonesia. Tetapi hari ini saya tidak ingin kita bicara tentang enam medali. Saya ingin kita berbicara tentang orang-orang di balik medali itu,” ungkap Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran seperti dikutip dari Humas PBSI.
Fadil menambahkan, prestasi di Asian Games 2026 menjadi bagian dari proses transformasi yang sedang dijalankan PBSI. Transformasi tersebut mencakup pembinaan atlet, tata kelola organisasi, inovasi serta kolaborasi dengan ekosistem bulutangkis Indonesia.
“Sebagai Ketua Umum PBSI, saya mengatakan bahwa bulutangkis adalah aset bangsa karena bulutangkis telah berkali-kali menjadi sumber kebanggaan dan kegembiraan bangsa Indonesia. Visi yang kami bawa sederhana tapi besar tanggung jawabnya,” kata Fadil. Ia mengingatkan, keberhasilan di Asian Games bukan alasan untuk berhenti melakukan pembenahan. Konsistensi prestasi menjadi pekerjaan rumah berikutnya.
Menurut Fadil, target jangka panjang PBSI adalah Olimpiade Los Angeles 2028 dengan sasaran mendapatkan kuota penuh di seluruh sektor dan meraih medali emas. “Karena perjalanan kita masih panjang, Asian Games bukan tujuan akhir. Di depan kita ada berbagai kejuaraan penting dan pada akhirnya ada satu tujuan besar yang sedang, yang sejak awal sudah kita siapkan. Olimpiade Los Angeles 2028. Sejak Munas 2024, target jangka panjang itu sudah kita tuliskan dengan jelas. Full kuota di semua sektor dan medali emas,” yakin Fadil.
Inspirasi Generasi Muda
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Wakil Ketua Umum 1 PP PBSI Taufik Hidayat mengatakan prestasi di Asian Games merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberhasilan atlet tidak hanya berbicara tentang medali, tetapi juga menggambarkan proses panjang berupa latihan, pengorbanan, tekanan, kemenangan dan kekalahan.

“Kita rayakan hari ini bukan hanya medali, tetapi perjuangan dibalik medali tersebut. Ada latihan yang panjang, pengorbanan,tekanan, kemenangan bahkan kekalahan yang harus dilalui. Semua itu terjadi bagian dari perjalanan untuk mengharumkan nama Indonesia. Ketika Merah-Putih berkibar di arena pertandingan, sesungguhnya ada ratusan juta rakyat Indonesia yang ikut merasa bangga. Itulah kekuatan olahraga yang menyatukan kita dalam satu nama Indonesia. Kita ingin anak-anak Indonesia melihat perjuangan para atlet dan berani bermimpi. Suatu hari saya juga ingin berdiri di sana (30:43) dan membela Indonesia,” ucap Taufik.
Taufik menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pembinaan olahraga nasional, termasuk dari sisi atlet usia dini, kualitas pelatih, kompetisi, fasilitas hingga penerapan sport science. “Pemerintah akan terus mendorong pembinaan olahraga yang semakin kuat, mulai dari pembinaan usia dini, kualitas pelatih, kompetisi, fasilitas hingga penerapan sport science,” janji Taufik sekaligus mengakhiri pembicaraan.

