![]()
BEKASI (Independensi.com)- Tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat 2 yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, mulai menerima siswa baru khusus. Bersamaan saat itu juga menerima siswa titipkan sebelumnya yang ada di SR rintisan Kota Bekasi
Sesuai kuota yang ditetapkan, SR Kabupaten Bekasi, membuka 9 rombongan belajar (rombel). Diantaranya tiga rombel tingkat SD, tiga tingkat SMP, dan tiga rombel tingkat SMA, ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, kemarin
Dipaatikan, masing-masing rombel diisi 30 orang siswa dan jumlah peserta didik baru tahun 2026 sebanyak 270 orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 44 siswa warga Kabupaten Bekasi sebelumnya telah mengikuti pendidikan di SR rintisan Kota Bekasi, dan akan dialihkan ke SR permanen di Kabupaten Bekasi.
Untuk SR sesuai tujuan pemerintan pusat, siswanya berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Sedang proses pendataan calon siswa, berdasarkan data Kemensos dan kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, memastikan pembangunan fisik sekolah berjalan sesuai rencana. Pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan.
“Dua minggu lalu KSP sudah melihat langsung kesiapan pembangunan. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai target sehingga saat tahun ajaran baru dimulai, baik secara fisik maupun sarana prasarana dapat selesai dan siap digunakan secara maksimal,” ungkapnya.
Disebut, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Adapun Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan salah satu dari 6 Sekolah Rakyat yang ada di Provinsi Jawa Barat.
Diharapkan, program tersebut mampu mencegah anak-anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sekaligus mencetak generasi yang lebih berkualitas di masa depan.
Maka, anak-anak yang terkendala biaya pendidikan selama ini, dapat bersekolah dengan baik dan mudah-mudahan menjadi generasi penerus. (jonder sihotang)

