Cemagi, Desa wisata Mengusung Keberlanjutan Ekonomi, Pelestarian budaya, dan Perlindungan Lingkungan

Loading

Cemagi (Independensi.com) – Pengelolaan Cemagi perlu peningkatan promosi, pelestarian alam dan budaya, penguatan BUMDes. Selain itu, strategi pengembangan Cemagi juga mencakup paket wisata, pertunjukan harian, festival budaya, homestay, masterplan, dan konten promosi kolaboratif. Arah pengembangan desa harus dirancang secara lebih strategis. Kita memerlukan model pembangunan yang tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga memastikan agar warga lokal tetap menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.

Demikian yang mengemuka disela-sela diskusi, perencanaan, dan tindak lanjut bagi pengembangan Desa Cemagi ke depan, Senin (24/8/2026).

Diskusi dihadiri Perbekel Desa Cemagi, Analis dari dari Pusat Kajian Hukum dan Pemerintahan Universitas Merdeka Nucky, Diaspora Indonesia di Amerika asal Bali Wayan Suastika serta Satria Darma dari NCO Event Organizer.

“Cemagi Strategic Living bukan sekadar konsep hunian atau investasi, melainkan model pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang menempatkan keberlanjutan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan sebagai satu kesatuan strategi pembangunan”, terang Nucky.

Konsep Cemagi Strategic Living yang ditawarkan sejatinya dapat diterapkan apabila didefinisikan sebagai model pengembangan Desa Wisata Cemagi yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan, sebagaimana menekankan pengelolaan pariwisata yang melibatkan pemerintah desa, desa adat, BUMDes, Pokdarwis, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan.

“Konsep Cemagi Strategic Living dapat diterapkan, sepanjang dimaknai sebagai model pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Desa Wisata Cemagi, Badung, Bali,” ujar Nucky.

Artinya konsep ini dapat diterapkan apabila didefinisikan sebagai model pengembangan Desa Wisata Cemagi yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan, sebagaimana menekankan pengelolaan pariwisata yang melibatkan pemerintah desa, desa adat, BUMDes, Pokdarwis, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan.” (hd)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *