Pemaparan materi dari Dr. Tuti Nuraini
Pemaparan materi dari Dr. Tuti Nuraini

FIK UI dan HIMPONI DKI Manfaatkan AR untuk Edukasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Cluster of Philosophy, Fundamental and Basic Science in Nursing Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bersama Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI) DKI Jakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality (AR) sebagai Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks” pada Minggu (25 Oktober 2026). Kegiatan ini berlangsung di Kampung Ujung Krawang, RW 005, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dan diikuti 50 peserta.

Pembukaan Acara
Pembukaan Acara

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Tuti Nuraini dan tim bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks. Edukasi diberikan melalui penyampaian materi, demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), serta pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif.

Melalui edukasi deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks tersebut, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya mengenali perubahan pada tubuh, memahami langkah-langkah deteksi dini, serta mengetahui upaya preventif yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan secara mandiri.

Praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) oleh peserta.
Praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) oleh peserta.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendengarkan materi dengan saksama dan aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi kelompok. Peserta juga tampak antusias saat mencoba aplikasi AR yang digunakan sebagai media edukasi interaktif. Selain itu, peserta mampu mendemonstrasikan teknik SADARI dengan baik setelah mendapatkan penjelasan dan bimbingan praktik secara langsung.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Tuti Nuraini, S.Kp., M.Biomed., menyampaikan bahwa edukasi kesehatan perlu dilakukan dengan pendekatan yang interaktif, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Penggunaan teknologi AR diharapkan dapat membantu peserta memahami materi anatomis dan proses deteksi dini secara lebih visual, sedangkan demonstrasi SADARI memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempraktikkan keterampilan deteksi dini yang dapat dilakukan secara berkala di rumah.

FGD kelompok untuk penggunaan Augmented Reality (AR)
FGD kelompok untuk penggunaan Augmented Reality (AR)

Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini disampaikan oleh Ketua RW 005, Syarif Hidayatullah. Ia berharap kegiatan edukasi kesehatan yang inovatif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak warga di wilayahnya.

“Kami menyambut baik kegiatan edukasi ini karena memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi warga, terutama mengenai kesehatan perempuan dan deteksi dini kanker. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali ke depannya, sehingga seluruh warga RW 005 semakin memahami cara menjaga kesehatan dan terdorong untuk hidup lebih sehat,” ungkapnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh warga dan kader kesehatan yang mengikuti kegiatan. Mereka berharap edukasi kesehatan dengan metode yang menarik dan mudah dipahami dapat kembali dilakukan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

Warga memindai kartu untuk melihat gambar stadium kanker payudara melalui Augmented Reality (AR)
Warga memindai kartu untuk melihat gambar stadium kanker payudara melalui Augmented Reality (AR)

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Cluster of Philosophy, Fundamental and Basic Science in Nursing FIK UI bersama HIMPONI DKI Jakarta berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini kanker payudara dan serviks, mampu mempraktikkan SADARI dengan benar, serta terdorong untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen akademisi dan praktisi keperawatan dalam mendekatkan edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat melalui kolaborasi perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pengurus lingkungan lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan kesadaran warga terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *