Pada RPJPD tahun 2025-2045, mencakup penguatan daya saing sumber daya manusia. Kemudian , pembangunan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan sebagai kota berkembang.
Ke depan sesuai perencanaan bisnis, semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi dapat dilayani air perpipaan. Saat ini, dari 23 wilayah kecamatan, baru 20 kecamatan yang masuk jaringan perpipaan, kendati belum merata di semua wilayah.
Memang dibutuhkan investasi yang besar untuk membangun Instalasi Pengolahan Air dan jaringan. Kalau hanya mengandalkan Penyertaan Modal dari Pemkab Bekasi, sangat terbatas. Maka, skema kerjasama dengan pihak swasta, masih jadi andalan.
“Kedepan perlu peningkatan kualitas mutu pelayanan publik yang dilakukannya adalah untuk menjawab kebutuhan jumlah layanan pertanahan yang begitu tinggi volumenya
di lima kecamatan itu, angka kemiskinan tinggi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah, pengangguran meningkat. Parahnya, sudah terjadi kerusakan lingkungan cukup parah, akibat abrasi