![]()
BEKASI (Independensi.com) -Angka pengangguran terbuka di Kota Bekasi saat ini sekitar 7,3 persen. Angka ini diakui turun dibanding tahun 2025.
Terkait hal itu, Pemkot Bekasi tahun 2026, menyiapkan anggaran Rp 9 miliar untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan bagi warganya.
Upaya lainnya menggandeng perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat serta media dalam membuka kesempatan kerja kepada masyarakat Kota Bekasi. Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat menekan jumlah pengangguran di Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat membuka “Career Expo 2026” di Universitas Muhammadiyah Indonesia, Bekasi, kemarin.
Kota Bekasi terus mengembangkan wilayahnya sebagai kota jasa dan perdagangan sehingga perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) mempengaruhi perubahan dunia kerja.
“Perkembangan teknologi mempengaruhi sejumlah pekerjaan, sekaligus membuka peluang kerja baru yang membutuhkan kemampuan adaptasi. Untuk itu, perguruan tinggi diharapkan dapat menyiapkan dan membekali mahasiswa dengan kemampuan entrepreneurship dan leadership sehingga mampu bersaing di dunia kerja,” kata Tri.
Saat itu, Universitas Muhammadiyah Indonesia melakukan pertemuan mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan perusahaan. Acara tersebut diapresiasi Tri sebagai kepala daerah yang memimpin sekitar 3, 5 juta penduduk Kota Bekasi
Dihatapkan juga, perguruan tinggu membekali mahasiawa kemampuan kewirausahaan dan kepemimpinan. Maka, lulusan perguruan tinggi mampu meningkatkan sumber daya manusia, dan mampu bersaing dan menciptakan peluang usaha secara mandiri. (jonder sihotang)




