JAKARTA(Independensi.com) – Peringatan International Day of the Midwife 2026 dimanfaatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menegaskan pentingnya peran bidan dalam
IBI kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun, sebagai bagian dari tanggung jawab profesi dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kehadiran IBI di tengah situasi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab profesi dan organisasi untuk selalu berada di garis depan pelayanan kemanusiaan.
Perempuan tidak hanya penerima kebijakan, tetapi juga harus menjadi pembuat kebijakan. Ketika perempuan sehat dan berdaya, bangsa ini akan tumbuh kokoh.
Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Bidan Indonesia (PIT IBI) 2025 yang digelar di Jakarta pada 6-8 November 2025 dan dihadiri ratusan bidan dari seluruh Indonesia.
Mari kita tingkatkan pelayanan kebidanan yang berbasis bukti, berkesinambungan, dan berorientasi pada kesehatan reproduksi perempuan, terutama di situasi krisis. Semoga pengabdian kita menjadi amal baik bagi bangsa dan negara..
Menjadi bidan bukan sekadar profesi, tetapi panggilan hati untuk melahirkan kehidupan dan harapan. Mari terus berjuang menyelamatkan ibu dan anak, di manapun kita berada.
Jangan bicara SDM unggul kalau gizi buruk dan kematian ibu masih tinggi. Bidanlah penjaga kualitas generasi emas kita. Tanpa mereka, mustahil kita bisa memanen bonus demografi dengan baik.
Semoga dengan imunisasi yang merata, anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan Indonesia Emas 2045 bukan hanya slogan, tapi benar-benar bisa kita wujudkan bersama.