Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. (foto:jonder sihotang)

Tangkal Paham Radikalisme Lewat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

BEKASI (IndependensI.com) – Sebagai upaya menangkal dan membentengi dari paham radikalisme demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu melakukan sosialisasi pemahaman empat pilar kebangsaan bagi pelajar SLTA dan anggota Pramuka Kota Bekasi.

Kegiatan yang dilaksanakan awal tahun ajaran baru ini, digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi. Sosialiasi bertujuan memberikan pemahaman berbangsa dan bernegara kepada para siswa sejak dini.

Wakil Wali Kota Syaikhu mengatakan bahwa perkembangan dinamika masyarakat belakang ini, dimana semakin berkurangnya pemahaman wawasan kebangsaan. Mak dapat berpotensi menimbulkan benturan dan konflik dalam bentuk aksi kekerasan, kontak fisik antar kelompok. Bahkan mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa yang bisa memberi pengaruh buruk bagi generasi bangsa sekarang dan masa yang akan datang.

Untuk itu, menyikapi permasalahan tersebut seyogyanya kita bersikap bijak agar potensi konflik yang muncul dapat diantisipasi dan dikelola sedini mungkin, sehingga tidak berkembang menjadi gangguan nyata di masyarakat.

Melalui sosialisasi pemahaman empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI bagi pelajar SLTA serta Anggota Pramuka, diharapkan dapat menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan, memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini juga sangat bermanfaat guna menanamkan rasa cinta kepada Tanah Air Indonesia, wawasan kebangsaan serta memperkuat potensi integrasi bangsa seperti gotong royong, kerukunan antar umat beragama, suku, golongan dan lain sebagainya di dalam bingkai NKRI, ujar Syaikhu.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman sehingga pendidikan wawasan kebangsaan ini bermanfaat dan menambah nilai-nilai kebangsaan untuk terciptanya Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika. (jonder sihotang)