Presiden Joko Widodo (Biro Pers Setpres)

Presiden Jokowi Bicara Soal Tudingan Isu Komunis

JAKARTA (IndependensI.com) – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara. Lama tidak mau bicara soal keluarganya diisukan tersangkut  dengan ideologi komunis. Namun ketika ramai-ramai bicara tentang bangkitnya kembali komunis di Indonesia, terutama karena dikait-kaitkan dengan dirinya. Presiden Joko Widodo seolah-olah atau dikesankan membela atau melindungi komunis, padahal itu hanya berita hoax.

Berdasarkan analisa berbagai pihak, isu komunis saat ini digoreng pihak tertentu untuk menjatuhkan elektabilitas Presiden Joko Widodo menjelang pemilu 2019 mendatang. Sebab, para lawan melihat hanya celah itu yang bisa digarap untuk bisa menang, selain isu kesenjangan ekonomi dan permasalahan utang negara.

Padahal, di era Presiden Jokowi pembangunan luar biasa gencar karena anggaran pembangunan dan belanja negara (APBN) digunakan secara fokus dan dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat, terutama pembangunan infrastruktur. Pada tahun 2019 mendatang, sejumlah proyek infrastruktur akan selesai dan Indoneaia akan memasuki era keemasan bagi Indonesia, karena pertumbuhan ekonomi akan tinggi dan kesejahteraan rakyat semakin membaik.

Untuk itu, maka isu PKI terus digoreng oleh para lawan politik yang kini berambisi berkuasa. Berikut ini pernyataan Presiden Joko Widodo seputar gencarnya isu PKI beberapa waktu terakhir.  Ketika Pilpres 2014 lalu, malah ada pihak tertentu yang menerbitkan media khusus untuk menjatuhkan citra Joko Widodo lewat isu PKI.

Nah, hari ini Presiden Joko Widodo menjelaskan seputar garis keturunannya, identitas dirinya, orang tuanya, kakek dan neneknya. “Tempat tinggal saya jelas, garis keturunan saya jelas, semua bisa dicek,” katanya di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Berikut pernyataan lengkap Presiden Joko Widodo:
.
Saya baru berumur empat tahun ketika PKI dibubarkan. Orang tua saya juga jelas, tinggal di desa mana, kampung mana. Begitu juga kakek dan nenek saya. Semua bisa dicek.

Sebetulnya saya malas menanggapi soal PKI ini, tapi sekarang mumpung ada kesempatan, saya bicara.

Dalam acara Kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu lalu, saya menantang siapa pun yang mengetahui adanya PKI atau penganut paham komunis di negeri ini.

Pertanyaannya, di mana? Di mana? Kalau ada tunjukkan kepada kita. Kepada saya. Saya gebuk detik itu juga!

Soal PKI itu, hukumnya jelas sudah dilarang. Apalagi sampai disorong-sorongkan ke saya, seolah-olah saya melindungi.

Sekali lagi, saya menegaskan bahwa tak ada ruang bagi komunisme di Indonesia. Sebab, PKI telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Tanah Air. Di konstitusi kita jelas, ada Tap MPRS-nya bahwa komunis dilarang di negara kita, Indonesia.

Presiden Joko Widodo

Jakarta, 19 September 2017

Sumber : Facebook Biro Pers Setpres