Jalan layang tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu di sisi Kalimalang.(ist)

Jalan Tol Layang Becakayu Dioperasionalkan

BEKASI (IndependensI.com) – Pembangunan jalan layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di sisi Kalimalang yang sempat mangkrak sejak 1998,  dan dikerjakan kembali 2015, kini sebagian sudah rampung. Bahkan, penggunaan jalan layang itu akan diresmikan.

Direncanakan, Presiden Joko Widodo pada Jumat (3/11/2017) akan meresmikan proyek jalan layang tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna meyakini, keberadaan tol Becakayu iti dapat  memecah kemacetan kepadatan kendaraan yang biasa terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Kendaraan pribadi dari Bekasi menuju Jakarta, akan beralih ke ruas tol ini untuk menghindari adanya truk yang biasa melintas di ruas Jakarta-Cikampek.

“Pengendara mobil pribadi bisa menggunakan ruas tol Becakayu karena bakal terkoneksi dengan Tol Dalam Kota, Tol Wiyoto-Wiyono, Tol JORR serta Jakarta-Cikampek,” kata Herry, Kamis (2/11/2017).

Dengan demikian, kendaraan berat atau logistik yang biasa melintasi ruas tol Japek menuju Cikarang, Karawang, Purwakarta dan Bandung bisa lebih leluasa. “Keberadaan tol ini menambah kapasitas jalan dan bisa mempersingkat waktu perjalanan pengendara dari Jakarta-Bekasi dan sebaliknya,” ujar Herry.

Meski demikian, pengendara harus merogoh koceknya lebih dalam bila ingin menikmati ruas tol ini. Kemungkinan, tarif yang akan dipatok bisa mencapai Rp 10.000 lebih tiap kendaraan karena mengikuti eskalasi penetapan tarif terbaru.

Dengan begitu, tarif ini lebih mahal dibanding ruas tol Jakarta-Cikampek, tol Dalam Kota dan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). “Untuk tarif belum ditetapkan karena masih menunggu SK Menteri,” katanya. Tapi, kehadiran jalan layang itu, akan memperlancaar kendaraan dari Bekasi ke Cawang dan Kampung Melayu Jakarta Timur, dan sebaliknya.

Herry mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menguji kelayakan konstruksi dengan pelaksana proyek, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) dan Komisi Keamanan Jembatan (KKJ) Kementerian PU-Pera sejak Oktober lalu. Hasil konstruksi itu, kata dia, dua seksi 1B dan 1C telah layak dioperasikan. “Waktu sebulan sudah cukup bagi kami untuk melakukan uji kelayakan konstruksi,” ujarnya.

Menurutnya, uji konstruksi yang dilakukan meliputi ketahanan ruas tol. Meski awalnya ruas tol ini diprioritaskan untuk kendaraan pribadi atau golongan I, namun bukan berarti tidak bisa dilalui kendaraan berat dari golongan II hingga V. “Ruas tol ini bisa dilalui oleh kendaraan di semua golongan,” jelasnya.

Selain mengecek konstruksi tol, pihaknya juga memeriksa segala rambu petunjuk arah dan lampu penerangan jalan. Dia menyatakan, rambu dan lampu penerangan jalan telah dipasang untuk memberi kenyamanan para pengendara.

Bahkan pelaksana proyek telah membangun gerbang di pintu masuk tol yang masing-masing berjumlah tiga gardu transaksi elektronik. Nantinya pengoperasian tol ini menggunakan sistem terbuka. Dikatakan terbuka, karena pengendara diwajibkan membayar transaksi di gerbang masuk tol, setelah itu menikmati perjalanannya.

Sedangkan sistem tertutup, pengendara melaju di ruas tol itu dulu sehingga pembayaran dilakukan di pintu keluar. “Sistem pembayarannya non tunai karena transaksi di sejumlah tol sekarang sudah elektronik,” katanya.

Meski demikian, Herry belum bisa memutuskan tarif kendaraan di ruas tol itu. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri PU-Pera soal besaran tarif. Namun selama sepekan pasca persemian itu, para pengendara mobil tidak dikenakan biaya. “Untuk sementara gratis dulu sampai SK diterbitkan, yah sambil sosialisasi dan melengkapi bila ada yang kurang saat pelaksanaan,” ucapnya.

Ruas tol Becakayu memiliki panjang 23,8 kilometer yang membentang dari Jakarta Timur sampai Kota bekasi. Untuk seksi 1A Casablanca-Cipinang Melayu, ditargetkan akan rampung pada Maret 2018. Sedangkan untuk pembangunan seksi 2 dari Jatisampurna sampai Bekasi Timur sejauh 9,2 kilometer baru akan dimulai pada 2018 mendatang. (***)