Setelah 21 Tahun Mangkrak, Akhirnya Tol Becakayu Bisa Dilalui

JAKARTA (IndependensI.com) –Setelah 21 tahun mangkrak, akhirnya jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1B dan 1C yang menghubungkan Cipinang Melayu-Pangkalan Jati- Jakasampurna sepanjang 8,26 km sudah bisa dilalui kendaraan umum.

Kehadiran jalan tol Becakayu sangat dinantikan oleh masyarakat karena dapat mempercepat arus konektivitas barang dan jasa yang menghubungkan wilayah Jakarta ke Bekasi dan sebaliknya.

Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian jalan tol Becakayu seksi 1b dan 1c di Jakasampurna, Bekasi Jawa Barat, Jumat (3/11/2017) dengan menekan tombol sirine disertai pelepasan balon dan penandatanganan prasasti tol.

Presiden Jokowi dalam keteranganya kepada awak media setelah selesai peresmian dan melakukan peninjauan mengatakan, kemacetan yang bertahun-tahun ada dan kita tahu bahwa jalan tol Becakayu ini sudah berhenti 21 tahun karena Surat Perintah Kerja (SPK) sudah diberikan sejak tahun 1996. Dan sejak awal 2015 dikerjakan sampai sekarang selesai.

Menurut Presiden, pemerintah tetap meneruskan pembangunan tol tersebut sampai ke Tambun dan Bekasi Barat sehingga dengan demikian akses dari Jakarta langsung ke Bekasi semakin lancar.

“Percayalah kita ikuti terus ini. Dulu pada tidak percaya 2 tahun lalu ini pasti rampung, kan terbukti sekarang rampung,” kata Jokowi

Presiden Jokowi menginginkan PT Waskita Toll Road segera membuka akses tol yang sudah jadi supaya bisa mendapat pemasukan.

“Pembukan akses tol harus segera agar cepat dapat pemasukan sehingga nantinya bisa dipakai untuk membiayai yang lainnya,” ujar Jokowi

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, meski baru separuh rampung, namun kehadiran tol Becakayu dapat mempercepat perekonomian antar wilayah. Dengan ruas jalan layang (elevated) yang membentang dari Tambun-Bekasi sampai dengan Kampung Melayu bagian timur Kota Jakarta sepanjang 23,76 km, tol Becakayu menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap permasalahan arus serta volume lalu lintas yang semakin padat dan berdampak pada waktu tempuh (travel time) yang semakin lama.

“Kemacetan yang terjadi di tol Cikampek dapat terurai dengan baik,” kata Basuki beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, keputusan untuk melanjutkan pembangunan tol Becakayu sebagai komitmen negara terhadap pembangunan infrastruktur. “Tiang-tiang yang sudah dipancang ini kan enggak baik kalau dibiarkan, jika tidak dilanjutkan akan memberikan kerugian dari segi biaya dan manfaat,” katanya.

Kementerian PUPR terus memacu pembangunan infrastruktur termasuk di sektor konektivitas. Pada 2015 sepanjang 132 km jalan tol diresmikan, pada 2016 sepanjang 44 km, dan 2017 jalan tol yang ditargetkan akan diresmikan sepanjang 392 km dengan target jumlah jalan tol rampung pada 2019 mencapai 1.851 km.

Di Jabodetabek, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) akan turut berkontribusi menambah jumlah tol yang beroperasi. Tol Becakayu sepanjang 23,8 km dan terbagi dua seksi. Saat ini progres konstruksi Tol Becakayu 2 seksi telah mencapai keseluruhan 55,51 persen. Dari progres tersebut, konstruksi Seksi 1 (Kasablanka-Jaka Sampurna) khususnya seksi 1B dan 1C sudah jadi dan bisa dilalui pengguna kendaraan pribadi.

Masa konstruksi total unik menyelesaikan seksi tersebut mencapai 21 tahun sejak 1996 hingga hingga 2017. Untuk menyelesaikan Tol Becakayu seksi 1B dan 1C, biaya yang digunakan mencapai Rp 8,5 triliun. Sedangkan untuk seksi 1A dari DI Panjaitan-Cipinang sepanjang 3,19 km ditargetkan rampung pada April 2018. Untuk keseluruhan, jalan tol ini ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2021.

Saat rampung seluruhnya, Tol Becakayu terkoneksi dengan Tol Wiyoto Wiyono dan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), sehingga pengguna jalan dari Bekasi menuju Jakarta Pusat atau ke Jakarta Utara tidak perlu lagi melewati tengah kota tetapi bisa memanfaatkan Tol Becakayu.

Selain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar, Direktur Utama PT Waskita Karya M Choliq, Dirut Jasa Marga Desi Arryani, dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna.(***)