Pjs. Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kemenlu Membuka Pameran EHEF ke 9

JAKARTA (IndependensI.com) – Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Guérend bersama dengan Ibu Dewi Gustina Tobing, Pjs. Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia meresmikan pembukaan Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) hari ini (4/11) di Jakarta.

EHEF, yang untuk ke-9 kalinya diadakan di Jakarta, menghadirkan 138 lembaga pendidikan tinggi dari 14 negara Eropa. EHEF di Jakarta diselenggarakan pada tanggal 4-5 November 2017 di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta. Sebelumya, EHEF juga berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 1 November 2017 dan akan diselenggarakan pula di Palembang pada tanggal 7 November 2017.

Dewi Gustina Tobing dalam sambutanya mengatakan, Benua Eropa menjadi tujuan belajar yang semakin populer di kalangan pelajar Indonesia. EHEF diselenggarakan untuk menanggapi meningkatnya minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa. Siswa Indonesia yang berangkat ke Eropa pada akhir 2016 berjumlah 6.300 atau tiga kali lebih banyak dari tahun 2011. Secara keseluruhan, lebih dari 11.000 siswa dan ilmuwan Indonesia saat ini menempuh pendidikan di Eropa.

Sementara Duta Besar Guérend mengatakan, tahun ini Uni Eropa memperingati 30 tahun dilaksanakannya Program Erasmus. Setiap tahunnya, sekitar 1.600 beasiswa diberikan kepada para siswa dan dosen dari Indonesia melalui program beasiswa Erasmus+ dan beasiswa lain dari negara-negara anggota Uni Eropa. Sebaliknya, melalui Program Erasmus+, setiap tahun lebih dari 150 siswa dan dosen dari Eropa mengikuti perkuliahan dan pelatihan di berbagai universitas di Indonesia sebagai bagian dari program pertukaran jangka pendek bagi siswa dan dosen,

“menempuh pendidikan di luar negeri bukan sekedar memperoleh kualifikasi akademis. Studi di luar negeri memberikan kesempatan bagi para siswa menemukan jati diri mereka, mengembangkan kemandirian serta mengenal budaya baru,” tambah Gue’rend

“Dengan mendapatkan gelar sarjana di Uni Eropa, siswa dapat memperoleh kualifikasi akademis yang diakui secara internasional. Mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu mereka dalam menghadapi peluang dan tantangan dalam era globalisasi serta perkembangan teknologi guna berkontribusi pada reformasi di negaranya,” pungkas Guérend.

EHEF 2017 memberikan kesempatan yang sangat baik bagi para siswa di Indonesia untuk dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas-universitas Eropa, berkonsultasi tentang biaya kuliah atau peluang beasiswa yang diberikan baik oleh Uni Eropa maupun Pemerintah Indonesia dan mendapatkan inspirasi tentang program studi dan kehidupan di universitas. Dalam pameran ini, para peserta pameran akan memberikan presentasi sepanjang hari.