Thici Rafelika Sinaga, Siswi SMPNgeri 1 Cerenti, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Sengingi, Provinsi Riau

Katanya Negara Pancasila, Tapi Siswi Kristen Diwajibkan Pakai Jilbab

Loading

PEKANBARU (IndependensI.com) – Bhinneka Tunggal Ika demikianlah semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Artinya, Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) memiliki keberagaman, bahasa daerah, budaya, ras, agama dan aliran kepercayaan.

Namun dibalik semboyan Bhinneka Tunggal Ika itu, masih ada segelintir orang yang tidak menerima arti suatu perbedaan, yaitu di instansi Pemerintah atau instansi pendidikan. Atas nama pemerataan, maka semua semua siswi wajib seragam menggunakan jilbab. Padahal, penggunaan jilbab seharusnya secara benar, bukan sekedar simbolis.

Silvia Damanik harus menerima kenyataan suatu peraturan sekolah yang harus berseragam jilbab di SMP Negeri 1 Cerenti , Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Sengingi – Riau. Silvia Damanik adalah beragama Kristen duduk dibangku kelas 9, Silvia mengaku bahwa dirinya pakai jilbab sejak kelas 1 dan itu adalah suatu peraturan. “Saya sejak kelas 1 sampai sekarang sudah pakai jilbab, dan itu peraturan di sekolah in” Kata Silvia Damanik di lingkungan sekolah, Sabtu 4 November 2017.

Hal senada juga diakui oleh siswi SMP Negeri 1 Cerenti yang beranama Sara Nadapdap. Sara mengaku bahwa mereka siswi Kristen diwajibkan pakai jilbab di SMP Negeri 1 Cerenti. “Kami wajib pakai jilbab karna itu dari dulu suartu aturan. Saya heran di Negara Pancasila di sekolah negeri kok ada aturan pakai jilbab” kata Sara

Salah satu seorang guru IPS yang bernama Wiwit mengakui bahwa di SMP Negeri 1 Cerenti siswi Kristen harus berseragam jilbab. “Kalau disini siswi Kristen harus pakai jilbab, saya guru IPS kelas 1” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Cerenti, Sulaiman ketika diklarifikasi soal wajib menggunakan jilbab bagi siswi Kristen i di kantornya, Senin (6/11/2017) membenarkan hal itu. Siswi Kristen itu diwajibkan pakai jilbab supaya seragam semua. “Ya benar siswi Kristen pakai jilbab, tapi itu untuk pemerataan saja. Kalau dia mau silahkan dan tidak ada pemaksaan” kata Sulaiman.

Namun penjelasan Kepala Sekolah itu berbeda dengan fakta di lapangan. Para siswi merasa terpaksa karena diwajibkan menggunakan jilbab. Seorang siswi yang bernama Thici Rafelika Sinaga kelas 7/3 menjelaskan, pernah temannya yang bernama Angel Damanik membuka jilbab, langsung dimarahi guru. “Guru saya langsung marah dan menegor Angel” katanya. (Mangasa Situmorang)