kelompok musik Orquesta de Camarade Siero (OCAS) dari Asturia, Spanyol ketika tampil di Samosir beberapa waktu lalu. (dokumentasi)

Musisi Batak Berkolaborasi dengan Orkestra Spanyol, Tampilkan Musik Tradisional Bertajuk “Simfonico Indonesia”

Loading

SPANYOL (IndependensI.com) – Sembilan musisi Batak menampilkan kemampuan menyanyi dan memainkan alat musik tradisional saat bersama dengan sebuah grup musik orkestra Spanyol dengan mengambil tajuk “Simfonico Indonesia”.

“Kerja sama musik dari dua negara itu kami pandang strategis baik untuk sekarang maupun jangka panjang, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Spanyol,” kata Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Madrid Adi Priyanto kepada Antara di Oviedo, Spanyol, Sabtu (17/12/2017).

Hal tersebut disampaikan Konjen Adi Priyanto menanggapi penyelenggaraan kerja sama dua kelompok musik uning-uningan Batak Toba, Mataniari, dengan kelompok musik Orquesta de Camarade Siero (OCAS) dari Asturia, Spanyol, di Niemeyer Auditorium, Oviedo, sebuah gedung pertunjukan musik terkenal di kota Spanyol itu pada Sabtu malam (16/12).

Dia mengatakan, mengingat kerja sama musik itu strategis maka diharapkan kegiatan serupa juga diperluas di sejumlah kota di Spanyol untuk jangka panjangnya agar bisa lebih meningkatkan hubungan budaya serta pariwisata Indonesia.

Adi mengatakan, dengan pendakatan antarpenduduk kedua negara maka promosi budaya dan wisata akan lebih efektif, sehingga makin banyak warga Spanyol datang ke Indonesia.

“Tahun 2016 ada lebih 67 ribu wisatawan Spanyol datang ke Indonesia dan diharapkan bisa meningkat lagi setiap tahunnya jika kegiatan promosi budaya terus ditingkatkan dan diperluas,” katanya.

Dia mengatakan, masyarakat Spanyol sebenarnya sudah cukup banyak yang mengenal Indonesia, terlihat dari penyelenggaraan konser musik tersebut yang hadir cukup banyak.

Dalam penampilan perpaduan musik selama 90 menit tersebut, sembilan musisi Batak mendapat tanggapan luar biasa dari penonton yang jumlahnya sekitar 600 orang.

Sejumlah lagu dinyanyikan seperti Lissoi dan Sinanggar Tullo, sementara alat musik tradisional batak yang dimainkan adalah Gondang, Sarune Bolon, Garantung, Taganing, serta Hapetan.

Alat Musik Batak Taganing

“Sangat antusias warga Spanyol menyaksikan musik Batak apalagi dikolaborasi dengan orkestra Spanyol yang menggunakan alat musik terkini,” katanya.

Perpaduan kedua jenis musik yang ditampilkan itu sebenarnya merupakan bentuk kelanjutan dari program “Vinculos Indonesia 2017” yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan di Toba, Sumatera Utara dan DKI Jakarta pada tanggal 27 Juli-16 Agustus 2017.

Mataniari juga tampil dalam solo concert sebanyak empat kali pada Desember 2017 di empat kota yang berada di sekitar Asturias yaitu Candas, Siero, La Felguera dan Leon.

Dengan tampil di kota-kota tersebut, semakin banyak masyarakat yang berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung pertunjukan musik tradisional Batak yang dimainkan oleh Mataniari. Selain melakukan dengan musisi Batak, OCAS juga berpadu dengan maestro jazz Indonesia, Adra Karim.