TH 2018, Kartu Tani Diberlakukan Serentak di Jateng

SEMARANG (IndependensI.com) – Program Kartu Tani akan diberlakukan secara serentak di seluruh Provinsi Jawa Tengah pada 2018 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mempermudah petani memperoleh pupuk, bibit, dan akses permodalan di bidang pertanian.

“Selama 2017, Kartu Tani di beberapa kabupaten sudah berjalan, termasuk uji coba di Batang, pada 2018 akan diberlakukan secara serentak di 35 kabupaten/kota di Jateng,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu.

Jumlah petani yang tersebar di 35 kabupaten/ kota Provinsi Jateng tercatat sebanyak 2.576.763 orang dengan lahan seluas 1.386.091 hektare.

Bagi petani yang sudah memegang Kartu Tani, bisa memanfaatkan untuk mengambil pupuk subsidi dari pemerintah, sedangkan petani yang tergabung dalam kelompok tani dapat mengambil pupuk bersubsidi ke pengecer yang telah ditentukan di daerah masing-masing.

Ganjar menjelaskan, jika program Kartu Tani sudah berjalan, maka informasi pertanian di Jateng sudah terdata dengan baik, termasuk identitas petani, alamat, dan luas lahan.

Dengan data tersebut, lanjutnya, Pemprov Jateng akan mempunyai sistem tentang pertanian yang tidak hanya memuat data petani, melainkan juga kapan menanam, jenis tanaman, serta masa panen.

“Setelah pembagian Kartu Tani, kita akan naik kelas, kita ‘overlay’ dengan sistem aplikasi sehingga setiap hari dapat memantau petani menanam apa, kapan, di mana, setiap petani menancapkan komoditasnya melaporkan pada kami,” ujarnya.

Dengan adanya sistem tersebut, Gubernur berharap pemerintah dapat memantau dan mengetahui kebutuhan pupuk petani pada minggu berikutnya sehingga pabrikan, distributor, pengecer harus menyiapkan kebutuhan pupuk, mengontrol sampai masa panen, tidak terkecuali mengecek pemenuhan hasil produksi, sesuai target atau tidak.

“Termasuk komoditas yang akan kita panen, seperti kentang, padi, cabai kalau potensi hasil panen besar, pemda akan membantu mencari pasar, bisa masuk ke industri maupun ekspor,” katanya.

Terkait dengan hasil evaluasi, Ganjar menilai program Kartu Tani selama ini sudah berjalan dengan baik, hanya menambah jumlah kuantitas dan akurasi data.