Presiden AS Donald Trump, didampingi legislator Republik dan anggota kabinet, memberi keterangan di Camp David, Maryland, AS, Sabtu (6/1/2018). (AFP)

Trump Sibuk Bantah “Fire and Fury”

JAKARTA (IndependensI.com) – Presiden AS Donald Trump tidak mampu melarang peredaran buku “Fire and Fury: Inside the Trump White House”. Dia hanya bisa membantah berbagai hal yang diungkapkan dalam buku karya Michael Wolff itu.

Salah satu bantahannya adalah tentang kesehatan jiwanya. Trump menyebut dirinya sebagai orang yang amat jenius dan stabil.

Dalam rentetan cuitan yang diunggahnya di Twitter, Sabtu (6/1/2018), Trump mengatakan bahwa “sepanjang hidup saya, dua aset saya yang terbesar adalah stabilitas mental dan kecerdasan saya yang tinggi.”

“Saya berangkat dari pengusaha yang AMAT sukses, menjadi bintang TV papan atas, hingga menjadi Presiden Amerika Serikat (saat pertama kali mencoba). Saya rasa hal itu bisa dikualifikasikan bukan hanya sebagai cerdas, tapi jenius… dan jenius yang amat stabil di bidang itu!”

Buku Ini Bikin Trump Marah

Buku “Fire and Fury” bikin Trump naik pitam karena isinya yang mengungkapkan kebobrokan pemerintahan Trump. Begitu mengetahui isinya, Trump berusaha mencegahnya beredar. Namun buku tersebut justru diterbitkan lebih cepat dari jadwal dan dijual di berbagai toko buku di AS mulai Jumat (5/1/2018).

Buku tersebut terjual habis di Washington. Di sejumlah kota lain, orang mengantre untuk mendapatkannya. Buku ini juga laku keras di toko daring dan langsung masuk daftar buku terlaris di Amazon.

Di Camp David, Trump mengadakan pertemuan dengan legislator Republik dan anggota kabinet untuk membahas agenda 2018. Dia tampak ingin mengalihkan fokusnya dari buku kontroversial tersebut ke agenda prioritas seperti reformasi undang-undang imigrasi, rancangan anggaran, dan belanja untuk infrastruktur.

Tetap saja dia tidak bisa sepenuhnya mengalihkan perhatian publik. Trump membantah pernyataan Wolff yang mengatakan sempat beberapa jam mewawancarainya.

“Saya memang pernah diwawancarai singkat oleh orang itu beberapa waktu lalu, terkait dengan sebuah artikel. Tapi saya tidak kenal orang itu,” kata Trump. Dia menegaskan bahwa wawancara panjang di Gedung Putih hanyalah “khayalan penulis”.

Trump mengatakan buku tersebut “mempermalukan” dan Amerika Serikat perlu aturan yang lebih kuat di bidang penerbitan buku.

Sebelumnya, Trump mengatakan buku itu “penuh kebohongan”, sementara Gedung Putih menyiapkan tuntutan hukum terhadap penulis dan narasumbernya. Dalam cuitannya Jumat, Trump menyebut Wolff sebagai “pecundang besar”.

One comment

Comments are closed.